Senin, 24 Oktober 2011

Andien - Sahabat Setia

Sahabat Setia
Andien


lama sudah bersama
memberi arti di hati
hari pasti berganti
namun kau tetap di sini

(*)
berbagi semua kisah
canda tawa serta ceria
air mata dalam duka
kita masih bersama
rajut mimpi mimpi indah
menghias dunia kita
berjanji di dalam cita
akan slalu bersama

kita bisa bernyanyi
sunyi di dalam rahasia
kita senantiasa
berjalan dengan senyuman

#
betapa bahagia diriku bersamamu
mutiara dunia dalam kasih dan harapan


Minggu, 23 Oktober 2011

Drive - Melepasmu

Melepasmu
Drive

Tak mungkin menyalahkan waktu
Tak mungkin menyalahkan keadaan
Kau datang di saat ku membutuhkanmu
Dari masalah hidupku bersamanya

(*)
Semakin ku menyayangimu semakin ku harus melepasmu dari hidupku
Tak ingin lukai hatimu lebih dari ini
Kita tak mungkin trus bersama

Suatu saat nanti kau kan dapatkan
Seorang yang akan dampingi hidupmu
Biarkan ini menjadi kenangan
Dua hati yang tak pernah menyatu

Back to (*)

Maafkan aku yang membiarkanmu masuk ke dalam hidupku ini
Maafkan aku yang harus melepasmu walau ku tak ingin

Semakin ku menyayangimu semakin ku harus melepasmu dari hidupku
Tak ingin lukai hatimu lebih dari ini
Kita tak mungkin trus bersama
Semakin terasa cintamu semakin ku harus melepasmu dari hidupku
Tak ingin lukai hatimu lebih dari ini
Kita tak mungkin trus bersama


Rabu, 05 Oktober 2011

Maliq - Terdiam

Mataku terus tertuju padamu
saat kuLihat dirimu tersenyum
ingin aku menyapa
namun..
ku terdiam
tak kuLakukan

Mungkinkah kaupun juga begitu
tau kau masih maLu untuk

sungguh ingin kusapa
namun
ku terdiam
tak kuLakukan

oo

Reff:
apakah kau rasakan getaranku
pada dirimu (oo)
ku hanya duduk terdiam
menunggu untuk tau namamu

oo
(ku menunggu tuk tau namamu… u..u..u..u)
oo
(namun ku terdiam tak kulakukan)

Reff 2x

bridge :
mataku terus tertuju padamu
ingin kusapa dirimu namun ku
masih maLu tuk hampiri dirimu
ku terdiam aku menunggu
aku terpaku




Minggu, 02 Oktober 2011

Sebuah Intermezzo

...

Senyuman yang terukir di wajah manismu, membuatku terbuai dan hampir melupakan sederet kalimat sepanjang kereta api jurusan jakarta-surabaya. Kucoba mengalihkan pandangan mataku ke arah lain, yang justru makin membuat dadaku sesak. Kulihat pasangan di seberang kita, saling menggenggam tangan satu sama lain, tertawa kecil yang sedikit menyeruak keheningan di cafe ini.

"Hey, kok malah ngelamun?"

Aku terkesiap saat kau melambaikan telapak tanganmu di hadapanku.

Hening.
Awkward, tidak seperti biasanya. Sepertinya kamu juga menangkap 'keganjilan' yang tengah menari-nari di antara kita berdua.

"Ada apa? Kok murung?"

Aku masih terdiam. Tak ada tanda-tanda bibirku akan membuka katupnya.

Kurasakan tanganmu menyelip di telapak tangan kananku. "Ada apa?", tanyamu lagi.

"Maafkan aku," hanya itu yang terucap dari bibirku. Kucoba menghindari kontak mata denganmu. Tak sadarkah kau kedua mata beningmu itu yang membuatku tak bisa tidur seminggu lebih beberapa bulan yang lalu?

Kamu terdiam. Aku terdiam, lagi. Tangan kita masih menyatu. Tak ada kata-kata lagi yang keluar dari kedua bibir kita, seakan katup beda manusia ini memiliki telepati yang kuat, untuk menutup rapat-rapat. Sepertinya kamu mulai menangkap apa yang sedang terjadi, apa yang sedang kupikirkan, apa yang sedang kurasakan, dan mungkin apa yang akan aku katakan.

"Aku tidak bisa meneruskan hubungan ini," ucapku.  Aku lantas tertawa kecil begitu menyadari sesuatu. "Hubungan? Aku bahkan tak yakin apakah ini dinamakan suatu hubungan,"

"Tentu saja ini hubungan, Vi. Aku menyayangimu. Kamu menyayangiku. Ini hubungan dua arah. Itu sudah cukup untuk menamakan ini suatu hubungan,"

"Aku menyayangimu. Kamu menyayangiku," aku memberikan sedikit jeda, kemudian melanjutkan, "Kamu menyayanginya,".

Kamu tak memberikan respon, namun dapat kurasakan genggamanmu makin kuat di tanganku.

"Beri aku sedikit waktu, aku akan meninggalkannya untukmu. Aku benar-benar menyayangimu," nada suaramu sedikit memohon kepadaku. Aku tak tahu apakah itu benar-benar ucapan yang sungguh, atau hanya sebuah latihan drama yang biasa kau lakukan sabtu sore.

"Seingatku aku tak pernah memberimu pilihan, untuk memilihku atau memilih dia, ... kekasihmu," kuberanikan untuk menatap kedua matamu yang menjadi hal favoritku selama enam bulan terakhir.

Aku menghela nafas. "Dari awal ini semua salahku, Ren. Aku yang masuk ke dalam kehidupanmu. Kukira aku tak akan pernah sakit hati lagi dengan menjalin 'hubungan' seperti ini. Tapi ternyata aku salah. Aku terlalu dalam masuk ke kehidupanmu, tanpa kusadari bahwa semakin dalam aku melangkah, semakin dalam pula lubang yang kugali di hatiku. Aku kira aku tak akan pernah merasakan sakit dengan menjalani 'hubungan' seperti ini, tapi lagi-lagi aku salah. Karena di sini, sakit Ren," kutepuk dada sebelah kiriku.

Kamu.. masih diam.

"Aku tak bisa menyakitiku lebih dalam lagi. Aku tak bisa membuatmu menyakitinya, kekasihmu, lebih dalam lagi. Kekasihmu yang memberikanmu kepercayaan untukmu. Apa tak pernah kau bayangkan bagaimana sakitnya dia jika tahu apa yang kita perbuat selama ini?"

"Vi, kamu sendiri yang pernah mengatakan padaku, untuk apa menjalani hubungan jarak jauh jika tidak ada kepercayaan?" tanyanya.

Aku mengangguk. "Iya, memang benar. Tapi apa tak pernah sedikitpun kamu merasa bahwa aku ini wanita jahat, yang mengatakan hal suci seperti itu, kemudian malah datang ke kehidupanmu dan menggodamu?" tanyaku balik, dengan setetes airmata mengalir di pipi kananku.

"Vi, aku sayang kamu," ucapmu lirih. Genggaman di tangan kananku tak kau lepas.

"Aku sayang padamu, Ren. Tapi ini tidak benar, ini tidak adil. Kau menyayangiku, tapi kau juga menyayanginya. Kau egois jika tetap mempertahankan 'hubungan' seperti ini,"

"Vi.....,"

Kutarik perlahan telapak tangan kananku dari genggamanmu. "Maafkan aku, Ren. Aku tak bisa untuk tetap ada di posisi ini. Aku tak akan membuatmu memilih antara aku atau dia, karena memang jelas di sini akulah pihak yang bersalah. Jangan putuskan kekasihmu dengan alasan karenaku. Jalani kembali kehidupanmu dengan dia. Jika memang kita berjodoh, suatu saat jalan kita akan menemukannya sendiri,"

"Bagaimana jika kita tidak berjodoh?"

Kupandangi wajahmu, bergantian dari bibir, hidung, pipi, rambut, telinga, alis hingga kedua mata itu. Kucoba mengingat bagaimana rupamu, untuk terakhir kalinya.

Aku tersenyum, seraya bangkit dan membungkukkan badanku hingga bibirku tepat di telinga kananmu. "Jika kita tidak berjodoh? Maka anggaplah aku hanya sebuah intermezzo di kehidupanmu," aku tersenyum. Kukecup pipimu, dan kulangkahkan kakiku keluar dari cafe ini. Meninggalkanmu. Meninggalkan kisah kita.

Sabtu, 06 Agustus 2011

Super Junior - Mr. Simple

Because you naughty, naughty, Hey!

Mr. Simple
Because you naughty, naughty, Suju

kanda!

Sesangi ne mang daero an dwindago

hwaman nemyeon andwae keu reol pilyo

opji
keokcheong-do paljada jakeun ire nomu

yeonyeonhaji marja mome chuji ana

Sojeoki chuwatdaga napatdaga keureon

keoji mwo cheung! seolchikhi uratdaga

teoreochyeotda keureon taedo itji

eocheomyeon kwaenchanha swiweo kaneun

keotdo chua modeun geoshi ttae, ttae,

ttae, ttae, ttae-ga itneun keonikka

Keuttaega namja-ramyeon chingul manna

sul han chane teoreobeorigo

(Alright!) Alright

Keuttaega namja-ramyeon chingul manna

suda tteoreo nallyeobeorigo

(Alright!) Alright, Alright

*Bwara Mr. Simple, Simple Keuttae-

neun Keuttae-neun Keuttae-ro

meotchyeo
Bwara Miss Simple, SImple, Keuttae-

neun Keuttae-ro yeppeo (SJ Call)
Bwara Mr. Simple, Simple Keuttae-neun

Keuttae-neun Keuttae-ro meotchyeo
Bwara Miss Simple, SImple, Keuttae-

neun Keuttae-ro yeppeo (SJ Call)

**Kaja kaja eoseo kaja Makhyeosseul

ttaen dorakaja kot kotchi apa

chukketdamyeon oneul haruman norgo

boja
Han keurae-do keochin sesang chukeora

ttwimyeon naman jicheo kidaryeobwa

akkidwi pak neowi nari kot ultenikka

Blow Your Mind kara Mr. Simple
Blow Your Mind ttae-ga watjanha

Duryeowo malgo
Blow Your Mind Kaja Mr. Simple
Blow Your Mind ttae-ga watjanha Junbi

dwaetjanha

Sok sseokneun iri an doo kaji anin

seseang-e urin sara keukeon ae-do ara
mwo ireohke eoryeopna uri chal meokgo

chal jago tto charamyeon kereohke

hamyeon dwiji

Keuttae-ga hwa-ga na-myeon chingul

mannna dwitdamhwaro peureobeorigo

(Alright!) Alright
Keuttae-ga kwireupda-nyeon norae

borreo sori jilleo nalryeobeorigo

(Alright!) Alright, Alright

*Repeat

Dance jaryuran-ke mwo keuri byeol geo

ittna Just Get It Get It
Sosohan iltaree jaemi deung deung

deung keung keung keung
Sara-ittneun keuttael neukki-go

shipna Just Grab It Grab It
kaseum ttwineun ne kkum-deuri aeki

deung deung deung keung keung keung
(Because You Naughty, Naughty)

Ije keokjeong hajima ap-en choo-eun

nari ulkeoya Shimgakan aekin da dwiro

mirwodugo
Oneur-eun barke useobwa keuddae-wi

hwanhan useum-e modu kibon choha-

chyeo

*Repeat

**Repeat

Blow Your Mind kara Mr. Simple
Blow Your Mind ttaega wattjanha

Duryeowo malgo
Blow Your Mind kaja Mr. Simple
Blow Your Mind kara Mr. Simple

Source of Korean lyrics: Sj-

market.com
Credit: Koreanindo

Kamis, 07 Juli 2011

Dreamhigh (Con't) | Serial TV Review

Aaaah, Dream High akhirnya kelaaaar! :)
Oke, ini review saya.
Serial drama satu ini bagus, apalagi banyak lagu-lagunya. Oh ya, soundtrack utamanya yang berjudul Dream High, sama dengan judul serialnya, enak banget didengerin di telinga! Apalagi intronya yang bikin hati deg-deg seeer dan bikin semangat. ^___^

Awalnya aku suka dengan Song Sam Dong, tapi lama kelamaan kok bosen ya liat wajahnya? Gimana ya? Too good to be true :p

Jadilah, aku beralih suka dengan Jason (Wooyoung 2PM) dan Pilsuk (IU). Pasangan satu ini lucu bangeet, jadi penyegar di antara konflik-konflik berat yang dialami pemeran lainnya.

Sebenarnya mungkin aku beralih suka ke pasangan Jason dan Pilsuk, karena dalam kehidupan sehari-hari aku sama seperti Pilsuk, cenderung lebih memendam perasaan dan berkata "aku cuman fans". Sangat membahagiakan melihat ending dari Jason dan Pilsuk. :)

Ini gambar Jason dan Pilsuk di Dream High ^^

source of pictures : weheartit.com

Sabtu, 02 Juli 2011

Jatuh Cinta

Saya ingin jatuh cinta.
Tapi saya tak ingin patah hati.
Jika kelak saya mencintai anda, namun pada akhirnya hanya akan membuat saya patah hati, maka maaf.
Saya tak ingin jatuh cinta pada anda, dan lebih memilih pergi.
Saya mencintai hati saya lebih dari apapun di dunia ini.
Saya egois?
Anda tidak suka?
Itu urusan anda, bukan saya.


source : www.weheartit.com

Jodoh dari Tuhan

Ku duduk manis di sebelah jendela kamar.
Kusibakkan sedikit tirai jendela, mengintip ke arah teras rumah. Ya, kebetulan kamarku berada di bagian depan, sehingga aku bisa leluasa mengintip siapa saja yang tengah bertamu ke rumah.

Lelaki-lelaki itu, datang silih berganti.
Mereka singgah, namun tak lama menghilang tak berjejak.
Mengapa mereka mengetuk pintu bila mereka berniat pergi?
Mengapa mereka memberi harapan bila mereka berniat mengecewakan?

Tak ada lagi senyum sumringah saat menyambut lelaki yang datang berkunjung.
Ada sedikit takut saat kubuka pintu itu untuk lelaki yang datang.
Tapi, bila tak kubuka pintu itu, aku tak akan pernah tahu seperti apakah dia, apakah hati kami memang ditakdirkan untuk saling melengkapi? Layaknya sebuah gembok dan kuncinya?

Lelaki-lelaki itu masih silih berganti berdatangan.
Dan aku masih duduk di sebelah jendela kamar ini.
Menanti, menanti lelaki yang tepat.
Kata Tuhan, lelaki itu jodohku.
source : weheartit.com / tumblr

Sabtu, 25 Juni 2011

Dreamhigh | Serial TV Review

SELAMAT PAGI!
SELAMAT HARI SABTU!
^______^

Ada makna dibalik semua capslock di atas. Itu sekedar menunjukkan betapa semangatnya saya menyambut hari Sabtu ini. Tidak ada apa-apa sih, bahkan saya bangun kesiangan tadi pagi. Bangun jam 7! Gara-gara jam 3 baru bisa tidur, itu pun saya paksakan. Hehe..

Ga penasaran kenapa saya baru tidur jam 3? Penasaran dooong! *maksa*. Jadi, semalam saya bingung kan kayak sapi begok yang cuman bisa melongo di kamar. Mau namatin tumpukan novel yang belum saya baca, lagi malas lihat huruf-huruf. Akhirnya, saya buka folder-folder di laptop. Wohooo, ternyata banyak sekali film dan serial yang belum saya selesaikan. Pilihan saya jatuh pada drama serial musikal korea, DREAMHIGH. Tahu GLEE? Ya, semacam itu.

Awalnya saya agak gak nyambung dengan filmnya, mungkin karena subtitles yang amburadul >< tapi lama kelamaan saya bisa mengerti subtitles yang amburadul itu. Saya jadi berpikir untuk membuat kamus khusus subtitles cacat seperti itu. Never mind.


Jadi, ada enam tokoh utama di serial DREAMHIGH ini.

1. Song Sam Dong (Kim Soo Hyun)
adalah seorang lelaki yang tinggal di sebuah pedesaan dan dia berharap dapat menjadi pemilik kebun. Dia jatuh cinta pada Go Hye Mi (Bae Su Ji) dan mengikuti Go Hye Mi ke Sekolah Kirin.

*nb : Song Sam Dong favoritku! ><2. Jin Gu (TaecYeon)
adalah seorang dancer yang sering membuat masalah. Kepala sekolah dari Sekolah Kirin, Ha Myung (Bae Young Jin) merekomendasikan Jin Gu untuk masuk Sekolah Kirin.

3. Jason (Woo Young)
adalah seorang murid asing yang diterima di Sekolah Kirin dengan nilai tertinggi untuk penampilannya sebagai dancer.

4. Go Hye Mi (Bae Su Ji)
adalah perempuan populer di Sekolah Kirin karena dia sempat membuat masalah saat audisi masuk Sekolah Kirin. Kepercayaan dirinya sangat tinggi, namun sebenarnya di sisi lain dia sangat kesepian. Impiannya menjadi penyanyi klasik, namun karena keluarganya bangkrut dan terbelit hutang, dia pun terpaksa masuk ke Sekolah Kirin demi melunasi hutangnya.

5. Yoon Baek Hee (Eun Jung)
adalah perempuan yang selalu mengikuti Hye Mi, bahkan juga mengikuti gaya Hye Mi. Baek Hee mencoba mengikuti audisi masuk Sekolah Kirin bersama Hye Mi. Namun siapa sangka justru Baek Hee yang diterima di Sekolah Kirin. Hye Mi sendiri ditolak karena memiliki tata krama yang buruk. Baek Hee bertekad akan berusaha keras untuk membuktikan bahwa dia mampu tanpa Hye Mi.

6. Kim Pil Suk (IU)
adalah seorang perempuan aneh yang memakai kostum sushi saat audisi masuk Sekolah Kirin. Awalnya guru-guru di Sekolah Kirin sempat ragu melihatnya, namun ternyata Kim Pil Suk memiliki suara indah dan dia pun diterima di Sekolah Kirin.

Ya, saya hanya memberikan perkenalan tokoh-tokoh utama DREAMHIGH saja di postingan kali ini. Saya saja baru menonton sampai episode 4! Hehe

Aaah, saya tidak sabar untuk meneruskan menonton DREAMHIGH. Tunggu postingan saya tentang Song Sam Dong. Saya punya firasat, saya akan tergila-gila dengan dia ><


With Love :*


Rachma Lestari

Rabu, 22 Juni 2011

Siapa Namamu?


Entah ini hanya perasaanku saja, atau memang seperti ini adanya, aku dan dia saling memperhatikan satu sama lain. Ya, meskipun mataku tak memandang ke arahnya, namun sudut mataku mampu menangkap gerak-geriknya tengah memperhatikanku.

Dan tanpa aba-aba, aku pun mulai balik memperhatikannya.

Aku tak tahu siapa namanya. Aku ingin mengenalnya. Tapi bagaimana caranya? Aku perempuan. Haram bagiku untuk terlebih dahulu mengajak kenalan seorang lelaki. Tapi dia tak kunjung berkenalan denganku.

Mungkin lain kali, aku akan membawa sebuah papan bertuliskan SINGLE, jaga-jaga saja jika mungkin dia menganggapku sudah berpacaran. Gila? Memang.

Aku ingin mengenalnya. Sekalipun di masa depan dia bukan jodohku, tapi sangat menyenangkan bukan jika mendapat teman baru?

Siapa sih namamu?

Minggu, 19 Juni 2011

He's Just NOT That Into You | Movie Review

He's Just Not That Into You, sebuah film yang baru saja kutonton sore ini di HBO. Menurutku film ini sangat menarik, karena mengisahkan bagaimana sebenarnya yang ada di benak para lelaki saat mereka mengatakan kalimat 'A' yang ternyata sering disalahartikan oleh para wanita.

Misalkan saja, saat seorang pria berkata padamu di akhir kencan kalian bahwa 'senang bertemu denganmu, kencan ini sangat menyenangkan' itu berarti sebenarnya dia tidak akan pernah mengajakmu untuk kencan yang kedua. Miris, tapi tak jarang wanita (dalam tokoh ini bernama Gigi) menganggap kalimat itu adalah awal mula hubungan romantis dan bahagia yang dia harapkan. Dia menunggu, menunggu dan menunggu si pria untuk meneleponnya kembali tapi yang terjadi adalah si pria tidak pernah menelepon Gigi lagi karena memang tidak ada ketertarikan pada Gigi dari awal. Kasihan ya?

Maka dari itu, aku menyebut film ini menarik, karena kita bisa mengerti bagaimana dan apa sebenarnya yang dipikirkan oleh para lelaki.

Film ini tak hanya bercerita tentang Gigi yang berusaha menemukan cinta sejatinya dengan menaruh harapan yang tinggi pada tiap lelaki yang dijumpainya, ada kisah lain tentang Janine yang rumah tangganya di ambang kehancuran dengan Ben, kemudian tentang Ben yang akhirnya selingkuh dengan Anna. Teman Anna, Mary, yang mencari jodohnya lewat dunia maya pun akhirnya malah jatuh cinta dengan Connor, teman Anna yang pernah menyukai Anna. Connor sendiri pun ternyata merupakan salah satu lelaki yang pernah menolak Gigi. Connor mempunyai teman bernama Alex yang ternyata pada akhirnya malah jatuh cinta dengan Gigi (setelah sempat membuat Gigi salah paham dengan hubungannya dengan Alex). Dan terakhir, kisah teman Gigi, Beth, yang dibuat risau karena pacarnya selama tujuh tahun, Neil, tak kunjung mengajaknya menikah.

Dari cerita singkat tokoh-tokoh yang aku jabarkan di atas, kita bisa melihat bahwa ada hubungan antar tokoh yang ada. Mereka masih ada di satu kota dan tanpa disadari sebenarnya mereka saling berkaitan. Film ini sedikit mengingatkanku pada film Love Actually, karena kesamaan tema yang diangkat, yakni kejujuran.

Aku paling menyukai kisah Gigi dan Alex. Gigi, sering berkencan dengan banyak lelaki, yang kemudian pada akhirnya malah mematahkan hati Gigi dengan harapan-harapan palsu mereka. Di sini, Alex membantu Gigi untuk menterjemahkan kata-kata dari lelaki yang mendekati Gigi, seperti "beberapa hari ke depan aku tidak bisa menghubungimu, aku ada di luar kota yang sinyalnya sangat sulit ditemukan" itu artinya memang pria itu tidak tertarik pada Gigi. Namun, pada akhirnya Gigi lagi-lagi menyalah artikan perhatian Alex padanya. Padahal Alex tidak ada perasaan apa-apa pada Gigi. Sampai suatu malam, Gigi mengetahui hal tersebut dan mereka sempat bertengkar betapa bodohnya Gigi sampai-sampai mengulangi hal yang sama, tidak bisa menterjemahkan kata-kata Alex. Alex berkata "Jika seorang pria tertarik padamu, dia akan mengajakmu kencan. Apa aku pernah mengajakmu kencan?" Jahat ya? Tapi saat itulah Gigi tersadar dan membalas perkataan Alex, aku lupa detailnya seperti apa, tapi intinya bahwa Gigi kasian dengan Alex yang tidak bisa serius dengan wanita dan selalu bermain-main dengan wanita. Gigi menyadari bahwa dia salah tapi setidaknya dia selangkah lebih dekat dengan 'the right one' tidak seperti Alex yang masih bermain-main. "Aku kasihan padamu, Alex. Kau sendirian".

Mungkin untuk pertama kalinya Alex dilecehkan oleh wanita seperti Gigi namun justru hal itu yang membuatnya jatuh cinta dengan Gigi. Mmh, bisa ditebak bukan akhirnya?

Ya, aku suka kisah Gigi karena kurang lebih apa yang aku rasakan sama dengan apa yang dirasakan dengan Gigi. Mencari-cari lelaki yang tepat, menaruh harapan pada lelaki. Aku pernah merasakannya. Dan itu menyentuhku. (lebay? oke aku tahu)

Ending kisah Gigi dan Alex menyadarkanku, bahwa memang ada lelaki yang baik untukku di luar sana. Masalah kapan dan dimana aku bertemu dengannya, itu masih misteri. Intinya, aku yakin kita memiliki happy ending. Mungkin memang benar kita pernah bertemu dengan lelaki tidak baik, tapi pada akhirnya, kita akan bertemu dengan lelaki yang tepat. Yah, kita tinggal menunggu saja :)

Intinya, film ini bagus. Aku beri nilai 9 dari skala 1-10. Berminat menonton? Segera cari di penyewaan vcd/dvd terdekat. ^^

What is 'Indosat Mobile'?


Indosat Mobile adalah salah satu produk terbaru yang diluncurkan oleh Indosat untuk mendukung segala aktivitas dan kebutuhan mobilitas kita sehari-hari. Indosat mobile memiliki berbagai kelebihan, seperti:
  • Bebas telepon ke semua operator dengan tarif murah ke operator lain.
  • Lengkap dengan layanan Indosat World, layanan portal terintegrasi yang memudahkan kita untuk mengakses berbagai layanan antara lain: Indosat services, news, financial, m-banking, business networking, location info, utilities, dan games. Mengaksesnya? Cukup dari ponsel. Mudah, murah, dan praktis. Untuk mengetahui peristiwa apa saja yang sedang terjadi di belahan bumi manapun atau sekedar melakukan transaksi online, cukup mengaksesnya dari ponsel tanpa perlu ribet buka-tutup laptop.
  • Pilih nomor sendiri. Menarik bukan? Kita dapat memilih nomor ponsel kita sendiri, entah memilih nomor yang unik atau nomor yang mudah untuk dihafal. Banyaknya nomor ponsel yang cukup rumit akan menyulitkan kita jika kita berinteraksi dengan orang lain. Bayangkan jika anda diberi nomor ponsel yang cukup sulit dihafal, agak membingungkan bukan? Salah satu kelebihan Indosat Mobile ini merupakan solusi terbaik dari contoh masalah yang telah saya sebutkan di atas.
  • Pilihan paket lengkap. Pilihan paket yang bervariasi yang dapat digunakan oleh semua pelanggan Indosat, baik pra bayar maupun pasca bayar dengan melakukan registrasi. Untuk pelanggan pra bayar dapat registrasi di *888# sedangkan pelanggan pasca bayar dapat melakukan registrasi di galeri Indosat terdekat.
  • Pengguna Blackberry? Ada tawaran diskon 50% untuk anda pelanggan pasca bayar yang berlangganan Blackberry paket lengkap. Tawaran diskon ini berlaku sampai Desember 2011.
Indosat Mobile cocok untuk semua kalangan, terlebih lagi bagi anda yang telah bekerja, yang menyebabkan anda memiliki jadwal aktivitas yang padat tiap harinya. Indosat Mobile, dengan segala kelebihannya yang telah disebutkan di atas, merupakan pilihan yang tepat. Mudah dan murah. Memudahkan anda berinteraksi dengan klien anda dan tidak membuang banyak uang. Jadi, tunggu apalagi? Beralihlah ke Indosat Mobile sebagai teman pendukung anda. :)

Kamis, 02 Juni 2011

Great Photos, Great Time with Them!

Sudah lama saya tidak bercerita tentang kegiatan sehari-hari saya. Biasanya saya sok puitis, romantis dan melankolis dengan menulis sedikit catatan-catatan tentang cinta. Tapi, kali ini beda. Saya ingin menulis kegiatan saya selama dua hari di awal Juni ini, 1 dan 2 Juni 2011. Mungkin lebih tepatnya pamer foto, hehe.

Kemarin, Rabu, karena saya ternyata sia-sia datang ke Surabaya, akhirnya saya pun mengajak kak Uthia untuk jalan-jalan ke Delta. Cuman buat makan hokben sih, saya lagi ngidam makanan-makanan yang pake sumpit soalnya. Hehe, sebenernya gampang sih, makan tempe penyet bisa pake sumpit kan? -____-

Setelah puas makan sambil cerita ngalur ngidul, akhirnya kami memutuskan untuk berputar-putar membakar kalori di Delta. Dan ini ada beberapa foto sewaktu kak Uthia mencoba dress merah di Matahari Department Store.

Setelah berpuas diri memanjakan diri di Delta, akhirnya kami berdua pulang ke kos masing-masing. Agak kecewa karena 3second, tempat yang ingin sekali saya kunjungi, tutup sementara. Padahal ada diskon 20% untuk all item (masalah diskon, saya semangat 45!)

Nah, keesokan harinya, aku dan kak uthia janjian ketemuan lagi, tapi kali ini ketambahan dengan Kak Iis. Jam 12 kami pun sudah berkumpul di de-sava coffee di daerah petra togamas. Kita sedikit membahas tentang proyek kami bertiga. Proyek apa? Surprise! :p Nah, setelah berpuas diri membahas proyek kami dan pesanan makanan kami pun sudah habis, kami bernasis ria di laptop kak Uthia. Inilah beberapa hasilnya:

Sumpah, aslinya masih banyak yang lebih gila dari pose-pose di atas. Tapi karena menjaga image kami bertiga, maka kami tidak sebarluaskan ke publik, hehe. Anyway, i had enjoy this afternoon meeting with two fabulous sisters like Kak Uthia & Kak Iis. :*

Jumat, 27 Mei 2011

Apa yang Kini Kurasa?

Awalnya hanya suka.
Namun seiring bergulirnya waktu, suka ini hilang.
Lenyap tak bersisa.
Tergantikan oleh 'sesuatu' yang seringkali memusingkanku.
Cinta, itukah?
Cinta, benarkah?
Jangankan kalian, aku pun tak tahu apa jawabannya.
Aku rasa bukan cinta.
Tak mungkin aku jatuh cinta hanya melalui tatapan mata kami berdua.
Tak mungkin aku jatuh cinta hanya melalui gerak-gerik dan lekuk tubuh kami berdua.
Aku rasa ini bukan cinta.
Tapi, jika bukan cinta, apa yang kini kurasakan?

Senin, 23 Mei 2011

Saya Jatuh Cinta

Jatuh cinta.
Tolong, saya jatuh cinta.
Atau mungkin ini hanya intermezzo belaka?
Kalau memang begitu, akan saya nikmati tiap detiknya.
Jatuh cinta.
Ya, saya jatuh cinta.
Berapa kali saya mengucapkan dua kata itu?
Jatuh cinta.
Hanya jatuh cinta.
Saya tidak ingin memilikinya?
Tidak, saya sangat ingin memilikinya.
Namun saya sadar diri.
Hal itu tidak akan pernah mungkin terjadi.
Maka dari itu, saya hanya bisa jatuh cinta.. sendirian.
Tapi saya menikmati tiap jengkal dan sudut perasaan ini.
Saya jatuh cinta.
Ya, saya jatuh cinta.

Jumat, 20 Mei 2011

Jatuh Cinta Diam-diam

Jatuh cinta ini kulakukan diam-diam.

Aku tak ingin orang lain tahu.

Atau memang aku yang terlalu malu menunjukkannya pada orang lain?

Emh, menunjukkannya padamu?

Begitu banyak kata yang tersusun di otakku.

Namun seketika itu pula sirna saat bertemu denganmu.

Lidahku kelu.

Dan kemudian aku hanya terdiam.

Ya, kembali seperti semula.

Jatuh cinta diam-diam.

Palsu

Memberi harapan palsu itu seperti menyusun puzzle-puzzle gambar, yang saat akan menyatu membentuk suatu gambar utuh, namun secara tiba-tiba tertiup angin. Berantakan.

Sesaat kau tampak senang melihat puzzle-puzzle milikmu akan membentuk gambar yang kau inginkan. Tapi sedetik kemudian kesenangan itu musnah, tergantikan oleh kekecewaan yang mendalam melihat puzzle-puzzle mu berserakan tak beraturan.

Seperti kau telah berusaha mendaki sebuah bukit, namun ada orang lain yang mendorongmu jatuh.

Kau terjatuh.

Harapanmu pupus.

Harapan palsu.

Minggu, 01 Mei 2011

Crazy Little Thing Called Love! | Movie Review

Lama gak nge-post dan sekalinya nge-post aku mau sedikit berbagi tentang review sebuah film Thailand yang baru aku tonton semalem. Menghabiskan waktu pergantian bulan April ke Mei, aku menonton film Thailan ini yang berjudul Crazy Little Thing Called Love (First Love). Aku dapat dari temen kampus, dan sempet ngeliat sekilas kalo yang maen emang cakep abis. Sumpah bikin ngiri abis. -_-


Cerita ini tentang seorang gadis bernama Nam yang awalnya hanya sekedar suka (nge-fans biasa) ke seniornya yang cakep abis bernama Shone. Nah, si Nam ini awalnya gadis buruk rupa. Pakai kacamata, dekil, item, pokoknya gak banget lah! Dibantu ke-3 sahabatnya, Nam melakukan 9 metode yang ada di sebuah buku untuk mendapatkan Shone. Termasuk nge-make over si Nam. Si Nam jadi cantik bangeet. Dan dia makin percaya diri buat dapetin si Shone. Tapi, apakah si Shone tertarik dengan Nam?


Aku gak bakal cerita secara keseluruhan (biar bikin kalian penasaran), pokoknya abis nonton film ini bakal nangis dan iri banget deh! Sumpah sumpah sumpah! Ini aja aku dilema banget pengen nonton lagi. Iri sih :(

Dari skala 1-10, aku kasih film ini nilai 9!

Jadi, ayo buruan tonton film ini! ^^

Sabtu, 09 April 2011

Dear My Admire Classmate

cerita : fiksi
soundtrack : Gita Gutawa ft. Maia - Mau tapi Malu
durasi : 10-20 menit
Happy reading!

Dear my admire classmate...
Tahukah kamu, bahwa aku selalu menantikan jam kuliah datang tiap harinya? Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku tak berminat dengan yang namanya weekend. Aku selalu berdoa pada Tuhan agar weekend dapat cepat berlalu dan Senin datang lebih awal. Kenapa? Karena hari itulah yang mengawali pertemuanku denganmu untuk lima hari ke depan.
Tahukah kamu, bahwa aku selalu mencuri pandang ke arahmu, yang duduk di seberang sana, saat kuliah berlangsung? Kau membuatku sulit berkonsentrasi dengan celoteh dosen di depan, yang entah sedang menjelaskan rumus apa. Kau membuat pikiranku kosong, berbanding terbalik dengan kertas bukuku yang penuh dengan tinta hitam, menorehkan baris kata catatan dosen di papan tulis. Aku mencatat, namun tak satu pun kata di catatanku yang ku mengerti. Aku terlalu sibuk mengkhayalmu, bahkan terlalu sibuk untuk memandangmu dari sudut mataku. Ya, meskipun yang kutangkap hanyalah rambut ikalmu, itu sudah setara dengan vitamin penambah daya tahan tubuh untukku.
Tahukah kamu, bahwa lidahku kelu saat berpapasan denganmu? Aku tahu kau juga menatapku, namun aku malah memilih untuk diam, membuang begitu saja pandangan mataku darimu dan yang paling parah, membiarkanmu berlalu begitu saja di hadapanku. Aku ingin menyapamu, sungguh. Andai aku punya sedikit keberanian untuk menyapamu, memulai pembicaraan denganmu, atau bahkan hanya sekedar tersenyum padamu. Tentu cinta diam-diam ini tak perlu ada.
Tahukah kamu, bahwa saat kamu tak datang di jam kuliah sore itu aku merasa kecewa? Aku mengenakan kemeja ungu favoritku, dengan corak bunga-bunga meriah, berharap kau akan sedikit lebih memperhatikanku. Aku menyemprot parfum favoritku sedikit berlebihan dari biasanya, berharap kau akan mencium wangiku dan menoleh ke arahku saat aku lewat di hadapmu. Tapi, aku sedikit kecewa saat yang kudapati hanyalah bangku kosong. Kau tak duduk di atasnya. Ada apa gerangan kau tak datang sore itu? Apakah kau sakit? Atau ada urusan lain yang tak bisa kau tinggal? Aku ingin sekali mengirimimu SMS, sekedar bertanya: mengapa tidak masuk?. Syukurlah aku masih waras, tidak cukup gila dan nekat untuk tiba-tiba menghubungimu. Yang ada nantinya mungkin kau akan menjauhiku karena bersikap sok dekat denganmu.
Tahukah kamu, bahwa saat kamu tertawa bersama teman-temanmu, yang entah kalian menertawakan apa, tawamu merupakan angin segar untukku? Seperti sebuah oase di padang gurun, seperti setangkup air di kedua telapak tangan yang membasuh wajahku, begitu menyegarkan.
Tahukah kamu, bahwa saat kamu maju ke depan kelas, mengerjakan soal yang ditulis dosen di papan tulis, aku kagum dengan kepintaranmu. Ah, andai kamu bisa memberikanku sedikit ilmumu. Pasti akan lebih menyenangkan menghabiskan waktu belajarku denganmu.
Dan tahukah kamu, bahwa aku sudah lelah dengan perasaan satu arah ini? Seperti sebuah panggilan telepon, yang hanya dijawab dengan nada sambung telepon yang membosankan. Tuuuuut... tuuuuut... tuuuuut... Ayolah, kapan kau akan menyadari panggilan ini dan mengangkat panggilanku?
Dear my admire classmate...
Kemarin, seperti biasa, aku meluangkan waktuku di kelas, di sela-sela mata kuliah yang membosankan, untuk mencuri pandang ke arahmu. Tapi, benarkah yang kulihat bahwa ku tak sengaja memergokimu melihatku? Aku meyakinkan diriku sendiri bahwa kau hanya menoleh ke arahku karena sedang melihat ke papan tulis. Tapi, papan tulis ada di depan, dan aku di seberangmu. Oke, apa kau benar-benar mencuri pandang kepadaku? Jujur, hal itu membuatku sedikit sulit tidur malam harinya. Karena hal itu benar-benar aneh.
Kukira memang kejadian kemarin hanyalah kebetulan belaka. Namun, yang namanya kebetulan pasti tak akan terjadi lagi bukan? Masalahnya adalah, aku memergokimu lagi tadi siang. Aku bersumpah demi apapun yang hidup di dunia ini, kau melihatku. Memang tidak lebih dari sedetik, tapi sangat terekam jelas di otakku. Mungkin kau meragukan kemampuan mengingatku, karena aku memang tak dapat mengingat kalimat yang diucapkan dosen, namun aku yakin 100% bahwa mataku masih normal. Jelaskan padaku, apakah kau benar-benar melihatku?
Dear my admire classmate...
Apakah itu matamu, yang juga balas menatapku? Meski hanya sepersekian detik, tapi jika boleh jujur, tatapanmu mampu menerjang dan menembus hingga relung jiwaku. Hatiku bagai tersengat listrik berkilo-kilo watt, membuatku hidup kembali.
Apakah kamu mulai merasakan apa yang kurasakan?
Apakah kamu mulai menjawab panggilan telepon ini?
Apakah nada sambung yang menjemukan itu akan segera berakhir dengan suaramu yang menjawab panggilan ini?
Dear my admire classmate...
Aku tahu bahwa tempo hari kau memang benar-benar melihatku, karena kau menyapaku pagi tadi! Apa aku perlu memeriksakan telingaku ke dokter THT? Ah, aku yakin syaraf telingaku masih normal. Ya, kau memanggilku tadi, dan tersenyum padaku. Senyumanmu melelehkan hatiku, melumpuhkan segala urat nadi dan syarafku. Tunggu, apakah senyumku membuatku tampak buruk? Apakah ada sisa-sisa makanan yang terselip di gigiku? Semoga saja tidak.
Dear my admire classmate...
Tak banyak yang kusampaikan di surat ini. Satu yang pasti untuk saat ini, kau begitu mempesonaku. Mungkin salah jika aku menjadikanmu alasan untuk semangat berangkat ke kampus. Tapi, itu lebih baik daripada tidak ada semangat sama sekali bukan?
Aku berharap, dari sapa dan senyummu tadi, hubungan kita menjadi lebih dekat. Well, setidaknya aku tidak lagi kikuk jika berada di dekatmu. Tapi, ada satu hal yang masih mengganjal di hatiku. Kapan kau putus dengan pacarmu? Jika saat itu terjadi, kau tahu harus menghubungi siapa bukan?

Sabtu, 02 April 2011

Titik Kedua

Ingatkah kau kapan pertama kali kita bertemu? Mungkin kau tak ingat. Ya, tentu saja. Kau tak melihatku saat itu. Tapi aku melihatmu. Dan untuk sesaat, aku merasakan ada yang bergetar di hatiku. Ada sesuatu yang bergejolak, hanya sepersekian detik. Dan sepersekian detik itu, mengubah kehidupanku lima tahun selanjutnya.
Dan di sinilah aku, lima tahun telah berlalu, dan aku masih mengagumi, menyukai bahkan mencintaimu.
“Bagaimana bisa kamu mencintai Ferdi? Kamu bahkan tidak mengenalnya!”
“Apa? Ferdi? Yang jelek itu?”
“Ferdi yang mana sih? Oh, yang itu. Kok bisa sih?”
Dan berbagai tanggapan serupa yang terlontar dari mulut teman-temanku. Mengenalmu? Ya, menurutku aku mengenalmu. Aku hafal namamu, dimana kelasmu, nomor teleponmu, alamat rumahmu dan yang paling penting, aku hafal lekuk tubuhmu. Lututku dapat segera terasa lumpuh saat melihat siluetmu, yang aku yakin aku berada cukup jauh dari tempatmu berdiri.
Mungkin aku memang gila. Jatuh cinta kepada orang yang bahkan tidak kukenal dekat. Dan yang paling parah, mungkin kau tak mengenalku!
Jatuh cinta kepadamu ibarat aku sedang memakai kacamata kuda, yang tak menghiraukan apa dan bagaimana tanggapan orang tentangku. Yang aku tahu, aku kagum, suka dan cinta padamu. Titik. Tanpa koma.
Tapi tahukah kau apa yang selama ini menjadi doa dan harapanku? Aku mengharapkan ada titik kedua setelah kalimatku. Aku berharap, kau berkata padaku, “Begitu juga aku, yang selama ini kagum, suka dan cinta padamu,” Dan setelah itu akan aku cantumkan titik kedua. Tamat. Happy ending. Begitulah caraku membuat ending cerita cinta ini. Semoga saja.