Senin, 24 Januari 2011
Bukan Untukku
Genre : Romance
Song : Mikha Tambayong - Cinta Pertama, Kahitna - Cinta Sudah Lewat, Kahitna - Cinta Sendiri
Mungkin aku tidak menempati tempat yang spesial di hatimu.
Tapi kamu menempati tempat yang spesial di hatiku.
Meskipun singkat, namun aku menikmati tiap detik yang berlalu saat bersamamu.
Meskipun singkat, namun membekas di hatiku.
Mungkin aku hanyalah pemeran figuran di hidupmu.
Tapi kamu adalah pemeran utama di hidupku.
Meskipun singkat, namun kamu tlah mencuri hatiku.
Meskipun singkat, namun membekas di hatiku.
Akhirnya yang aku takutkan terjadi.
Kamu pergi, meninggalkan sejuta anganku bersamamu.
Kamu pergi, saat aku semakin mengharapkanmu.
Kamu pergi, tapi aku yakin kamu akan kembali.
Aku mencoba mengubur anganku tentangmu.
Namun saat kulihat kau di sana, anganku menyeruak kembali ke permukaan.
Ya, aku masih menyukaimu.
Aku masih mengagumimu.
Ya, aku tahu kamu akan kembali.
Siapa wanita itu?
Yang baru saja datang dan memelukmu?
Kekasihmu?
Mengapa kamu tak pernah bilang padaku?
Mengapa kamu biarkan aku berangan tentangmu?
Mengapa?
Kamu kembali, membangkitkan sejuta anganku bersamamu.
Kamu kembali, aku masih mengharapkanmu.
Kamu kembali, tapi bukan untukku.
Minggu, 23 Januari 2011
My Another Story : Fath
Song : Kahitna - Andai Dia Tahu, Mocca - I Remember
Pertama bertemu dengannya, aku tak merasakan sesuatu yang menarik yang terpancar dari dirinya. Kedua kalinya tak sengaja bertemu dengannya di toko buku itu, cukup membuatku tahu bahwa kami memiliki hasrat yang sama : menulis. Ketiga kalinya bertemu, masih di toko buku yang sama. Cukup lucu, kami mengincar buku yang sama.
Akhirnya, ya, akhirnya dia meminta nomor HP-ku. Aku tak mau terlihat seperti perempuan-yang-gampang-memberi-nomor-HP, jadi aku sedikit jual mahal padanya. Thanks God, dia masih bersikeras mendapatkan nomor HP-ku. Aku tak bisa membayangkan jika akhirnya dia tidak meminta lagi nomor HP-ku.
SMS pertama darinya masuk di HP-ku. Saat aku cek waktu pengirimannya, membuat jantungku berdegup kencang. Dia mengirim SMS pertama bahkan sebelum dia meninggalkan parkiran toko buku itu. Ya, aku tahu. Aku selalu mengecek jam saat bertemu dan berpisah dengannya.

Apa aku belum bercerita tentang nama kami berdua? Ya, namanya Fath, yang dalam bahasa Persia berarti Raja. Dan namaku (maaf aku kurang sopan baru memperkenalkan diri pada kalian) Daria, yang dalam bahasa Persia berarti Ratu. Apakah ini kebetulan?
Pertama, kami memiliki obsesi dan hasrat di bidang yang sama.
Kedua, nama kami cocok satu sama lain.
Ketiga, jika salah satu dari kami memulai pembicaraan, wow, akan susah sekali menghentikannya.
Keempat, kami bersekolah di sekolah yang sama. Memudahkanku untuk bertemu dengannya, tak perlu lagi malu-malu kucing untuk berakting tak-sengaja-bertemu-di-toko-buku.
Kelima, dia sangat romantis! Dan selalu memberi kejutan untukku. Pernah suatu ketika tanpa memberitahuku terlebih dahulu, dia sudah berada di depan rumahku, dengan sekotak cokelat dan seikat bunga mawar merah untukku. Cukup membuatku malu, bukan di depannya, tapi di depan orangtuaku.
Dan masih banyak lagi. Bisa kalian bayangkan bagaimana tertariknya aku padanya? Betapa aku menggilainya?
"Iya, cewek itu yang sedang dekat dengan Fath. Aku tak habis pikir bagaimana bisa mereka berdua bisa sampai sedekat ini. Taruhan, kalau dia jadian dengan Fath, pasti akan menjadi berita paling heboh di sekolah ini,"
Maaf, aku berhenti menulis. Baru saja aku mendengar selentingan pembicaraan adik kelasku, yang berdiri tak jauh dari aku duduk. Menurut kalian, mereka membicarakanku dan Fath bukan? Ya, betapa menggemaskannya kami berdua saat di sekolah. Aku yakin mereka hanya iri padaku bisa dekat dengan teman mereka sampai-sampai membicarakanku seperti itu. Hubungan kami memang sempurna, hanya sedikit kontroversial. Fath adik kelasku. Well, aku tidak mengerti bagaimana bisa hal seperti itu membuat seisi sekolah heboh. Jika cinta sudah berbicara, usia tak jadi masalah bukan?

Jumat, 14 Januari 2011
Penting !
Selamat malam bagi yang beragama lain.

FOTO PENTING

Sekian,
Love,
R.I.L
Wassalamu'alaikum.
Kamis, 13 Januari 2011
Diam-diam
Diam-diam aku mencari tahu siapa namamu ke teman-temanku.
Diam-diam aku mencari tahu dimana kelasmu.
Diam-diam aku mencari-cari sosokmu saat upacara Senin pagi.
Diam-diam aku mencari tahu bagaimana sifatmu.
Diam-diam aku mencari tahu tempat tanggal lahirmu.
Diam-diam aku mencari tahu apa hobimu.
Diam-diam aku mencari tahu dimana kamu seusai pulang sekolah.
Diam-diam aku menemukan facebook dan twitter mu.
Diam-diam aku mengirim friend request pada facebook dan mem-follow akun twitter-mu.
Diam-diam aku girang saat tahu kamu meng-confirm friend request-ku.
Diam-diam aku bahagia saat kamu dengan senang hati berkenalan denganku.
Diam-diam aku senang saat mengetahui hubungan kita semakin dekat, setidaknya sekarang kamu tahu aku ada di bumi ini!
Diam-diam aku mulai menyukaimu.
Diam-diam aku mulai mengagumimu.
Diam-diam aku tersenyum kikuk saat kamu mulai menyapaku di sekolah.
Diam-diam aku sedih saat tiba-tiba statusmu di facebook tak lagi single.
Diam-diam aku hancur.
Diam-diam aku mulai kehilanganmu. Kamu jarang membalas pesanku.
Diam-diam aku sadar telah mencintaimu sejak pertama melihatmu.
Dan diam-diam aku memutuskan untuk menutup lembar kisah cintaku tentangmu, melupakanmu.
Jumat, 07 Januari 2011
Ambil Kunci Itu Jika Kamu Ingin Tahu
Kami lalui hari-hari penuh suka dan duka bersama.
Dimana ada dia, di situ ada aku.
Dimana ada aku, di situ ada dia.
Kami bagaikan anak kembar beda bapak dan ibu yang dipertemukan kembali.
Ada satu rahasia.
Rahasia yang tak pernah aku beritahu pada orang lain, dan aku yakin hanya aku dan Tuhan yang tahu.
Rahasia yang jika sahabatku mengetahuinya, maka mungkin kata 'persahabatan' di antara kami berdua tak ada lagi.
Aku takut.
Aku kunci mulutku rapat-rapat, lalu kunci itu aku aku lempar ke lautan lepas, agar jatuh ke dasar laut, berkarat di sana.
Tidak akan ada yang bisa mengambil kunci itu, dan aku juga akan tetap mengunci rapat-rapat mulutku.
Kamis, 06 Januari 2011
We're The King and The Queen
Ada satu yang ingin aku bahas malam ini. Gak perlu panjang-panjang sih. Sedikit terinspirasi dari lagunya Carrie Underwood yang judulnya There's a Place For Us yang juga merupakan soundtrack dari film Chronicles of Narnia the voyage of the dawn treader. Aku seakan kembali ke masa lalu di saat aku menonton film ini, masuk ke dalam cerita di dalamnya. Menyentuh hati dan sedikit menyemangati hatiku juga. Kalian wajib dengerin lagu satu ini.
Aku tertarik dengan satu kalimat di dalam lirik lagu ini:
Dimanapun kita berada, kita ratu, kita raja, kita yang menentukan tujuan hidup kita, kita yang menyelesaikan masalah yang ada di dalam hidup kita. Kita mungkin bisa meminta saran ataupun kritik pada orang-orang terdekat kita, layaknya seorang raja dan ratu yang meminta pendapat pada penasehat kerajaannya.
Saat terjadi kekacauan di hidup kita, kita pulalah yang membereskan dan melaksanakan keputusan yang kita ambil.
Untuk hidup kita.
Love,
R.I.L
Rabu, 05 Januari 2011
Cara Terbaik : Bermimpi
Aku berdiri di sini, beberapa meter dari hadapannya, bersama teman-temanku. Aku berdiri bersama teman-temanku, dengan buku-buku yang kudekap di dadaku. Aku asyik mengamati dia, selagi teman-temanku asyik membicarakan materi yang diberikan guruku barusan.
Aku tahu apa yang seharusnya aku lakukan. Bukan seperti nerd dengan tumpukan buku seperti ini, berdiri seperti orang bodoh dan hanya bisa memandangnya. Seharusnya aku lemparkan saja buku-buku ini, berjalan mendekat ke arahnya, menyapanya, tersenyum ke arahnya dan tentu saja dia akan membalas senyumku bukan? Atau malah diam terpaku karena ada sosok yang dia tidak kenal, bahkan mungkin dia baru tahu ada mahluk sepertiku yang eksis, tiba-tiba menyapanya?Kugelengkan kepalaku. Mana mungkin aku melakukan hal seperti itu?
"Tar, ayo. Sebentar lagi masuk kelas,"
Ya, aku tidak mungkin melakukan hal gila itu. Hal gila yang menurutku solusi paling cerdas agar dia tahu aku ada di dunia ini. Agar dia tahu ada seseorang sepertiku yang mengagumi dia, mengamati dia dari kejauhan seperti ini, bahkan jika aku harus berpapasan dengannya. aku bisa menyapanya Di satu sisi aku lelah hanya bisa memimpikan dia di malam-malamku, karna hanya di dalam mimpi saja dia mengenalku, dia tersenyum padaku. Namun di sisi yang lain aku tahu, itulah cara terbaik untuk berkenalan dengannya, untuk lebih dekat dengannya. Dengan bermimpi.
Goodnight.R.I.L
My Favorite Couple !








Tolong banget, jadian ajaaa! :( kalian cocok banget. huhuhu
Selasa, 04 Januari 2011
Lakon Menang Keri
"Tapi, hidup kita bukan film,"
Memang, kehidupan yang kita jalani ini adalah nyata, bukan film, bukan sebuah cerita pendek, bukan sebuah novel, bukan sebuah skenario film, atau bahkan bukan sebuah dongeng. Semua kejadian yang terjadi, yang melibatkan semua emosi dari dalam diri kita, adalah nyata. Suka, duka, kecewa, haru, bahagia, sedih, tangis, perih, dan semua jenis emosi lainnya yang kita rasakan adalah nyata.
Tapi ada persamaan antara kita dengan Sam Witwicky, Harry Potter, Lucy, Edmund, dan Percy Jackson : kita juga pemeran utama dalam hidup kita.
Rabu, 22 Desember 2010
3 Huruf : I B U
Aku terbangun pagi ini, lebih pagi daripada hari-hari biasanya. Kuusap wajahku dan mendapati sekarang masih pukul 3 dini hari. Aku pergi ke kamar mandi, membasuh wajahku dan kembali lagi ke kamarku. Saat melewati musholla rumah, ada seseorang yang tengah bersujud kemudian duduk bersimpuh, lengkap dengan mukenah putihnya. Itu Ibuku. Beliau tengah mengerjakan shalat malam. Berdoa untuk keselamatan dirinya, berdoa untuk keselamatan keluarganya, termasuk keselamatanku. Beliau berdoa memohon ampun untuk segala dosa dan kekhilafannya, termasuk memohon ampunkan dosa dan kekihalafan keluarganya, termasuk dosa dan kekhilafanku. Beliau berdoa agar Allah senantiasa memberikan rezekinya untuk keluarga kami, berdoa agar selalu diberikan perlindungan, dan senantiasa berada di jalanNya.
Aku kembali ke dalam kamar, tidak melanjutkan tidur, namun terus memikirkan apa yang baru saja aku lihat. Ibu, dengan segala aktivitasnya sebagai Guru, yang memaksanya harus bangun lebih pagi daripada ibu-ibu rumah tangga lainnya (yang tidak bekerja). Shalat Shubuh, berbelanja di pagi buta, membangunkan aku, ayahku dan kakakku untuk Shalat Shubuh dan kemudian sudah sibuk di dapur menyiapkan sarapan pagi untuk kami semua. Aku paling suka dengan teh buatan Ibuku. Teh manapun tak akan pernah menyamai teh buatan Ibuku. Teh yang lain tidak dibuat dengan kasih sayang dan ketulusan seperti Ibuku.Setelah menyiapkan sarapan untuk kami, beliau pun bersiap-siap untuk pergi ke sekolah, melaksanakan kewajibannya sebagai Guru SD. Bertemu dengan anak-anak kecil yang siap mendapat ilmu dari Ibuku. Aku sendiri tak pernah menyaksikan secara langsung bagaimana cara Ibuku mengajar anak-anak SD yang pasti sangatlah ramai dan sedikit tidak diatur. Melihat reaksi teman-teman SMP dan SMA-ku yang pernah menjadi muridku, Ibuku mungkin termasuk salah satu guru favorit bagi mereka. Benar-benar semakin membuatku penasaran seperti apa beliau saat mengajar di kelas.
Beliau pulang ke rumah saat siang hari, bahkan sore hari saat di sekolah beliau harus memberikan tambahan kepada muridnya. Aku selalu ingat, saat aku, kakakku dan ayahku sudah tiba di rumah lebih dahulu, selalu membukakan pintu pagar untuk Ibuku dan bertanya, “Dapat jajan apa, bu?” Ya ya, kami memang keluarga yang selalu kelaparan. Hehe, tapi Ibuku hampir setiap hari membelikan kami makanan, entah itu hanya sekedar roti, bakso ataupun rujak. Di balik kesibukannya bekerja setiap hari, beliau tak pernah melupakan keluarganya.
Aku bangga mempunyai sosok Ibu seperti Ibuku. Ibuku tak sama seperti ibu-ibu lain yang bisa meluangkan waktunya tiap sore hanya untuk sekedar berbagi cerita. Ibuku selalu di rumah, membersihkan rumah, ataupun hanya sekedar menonton TV. Aku mungkin bukanlah sosok anak yang baik untuk ibuku, yang seringkali tidak memperhatikan kala beliau menyuruhku mengerjakan sesuatu. Ya, aku tidak sempurna. Aku berharap, dengan menuliskannya di catatan ini, aku bisa menjadi anak yang berbakti untuk kedua orangtuaku, terutama Ibuku.
Seringkali kata-katanya menyakitkanku, membuatku menangis dan enggan bertemu dengannya. Tapi di balik itu semua, aku tahu, Ibu hanya ingin mendidikku, mengajarkanku hal-hal yang baik, merawatku dan membuatku menjadi pribadi yang lebih baik. Seringkali aku merasa sedih saat di kos, jauh dari rumah, memikirkan bahwa ibuku hanya bertiga dengan ayah dan kakakku. Lebih sedih lagi saat tahu ibuku sendirian di rumah, saat ayah dan kakakku kerja. Dulu sewaktu masih SMA tentu masih ada aku yang menemani beliau. Tapi, sekarang? Ibuku sendirian di rumah..
Aku menulis catatan ini untuk Ibuku. Aku bangga pada beliau. Aku tahu aku salah saat melontarkan kata-kata yang tidak pantas untuk didengar. Aku ingin catatan ini sebagai pengingat untuk diriku, bukan aku pamer akan ke-sok-ahlianku dalam menulis. Aku ingin memotivasi banyak orang untuk lebih menyayangi Ibu mereka semua. Bukan, aku juga ingin memotivasi diriku sendiri untuk lebih menyayangi ibuku, lebih menghargai beliau.
Aku berharap beliau mempunyai umur yang panjang, masih bisa melihatku mengenakan baju wisuda, menyaksikan saat aku sukses dengan pekerjaanku dan berhasil menggapai cita-citaku, masih bisa melihatku bahagia di hari pernikahanku, bahkan mungkin saat kelahiran anakku. Mungkin berlebihan jika aku membayangkan terlalu jauh, tapi aku sama sekali tidak bisa membayangkan beliau tidak ada di sisiku.. Bisakah kalian?
Untuk kalian yang telah kehilangan Ibu kalian, doakan beliau, agar senantiasa dijaga oleh Allah di 'sana'. Aku yakin, walaupun ibu kalian tidak ada lagi di dunia ini, namun kasih sayang dan ketulusannya masih terasa untuk kalian. Doakan beliau, ingat beliau, cukup. Beliau akan tenang di sana.
Selamat hari Ibu untuk Ibuku, untuk ibu kita semua. Semoga Ibu selalu diberi kesehatan, keselamatan, perlindungan dan rezeki oleh Allah. Dan semoga aku bisa menjadi anak yang lebih berbakti untuk Ibu. Sekali lagi, Selamat Hari Ibu..
Selasa, 14 Desember 2010
Emma Charlotte Duerre Watson

Rupert Alexander Grint
Mengaku sebagai seorang fan dari seri buku Harry Potter, Grint muda tertarik untuk mendapatkan peran dalam seri film. Untuk audisi, dia mengirim video buatannya sendiri, yang di dalamnya ia berpakaian seperti guru dramanya, sambil memberikan alasan tentang keinginannya yang sangat besar untuk mendapat peran dan memenangkan casting tersebut.
Setelah menyelesaikan film perdana Potter, Harry Potter and the Philosopher's Stone (dirilis di Amerika Serikat sebagai Harry Potter and the Sorcerer's Stone), dia berperan dalam film komedi Inggris, Thunderpants sebagai Alan A. Allen (2002). Pada tahun 2002, 2004, 2005, dan 2007, dia kembali berperan sebagai Ron Weasley dalam sekuel Potter, Harry Potter and the Chamber of Secrets, Harry Potter and the Prisoner of Azkaban, Harry Potter and the Goblet of Fire dan Harry Potter and the Order of the Phoenix.
Grint juga berperan dalam kisah remaja Driving Lessons bersama Laura Linney dan Julie Walters (yang memerankan Mrs. Weasley dalam sebagian besar film Harry Potter), yang telah dirilis pada musim panas 2006.Ia juga dikenal dalam pengisian suara radio dan televisi, dia muncul sebagai Nigel Molesworth dari serial Baggy Trousers untuk BBC Radio and voiced Peter Pan in a BBC documentary.
Pada 9 Juli 2007, Grint dan rekannya, Daniel Radcliffe dan Emma Watson membuat cetakan tangan, kaki, dan tongkat sihir mereka di depan Grauman's Chinese Theater di Hollywood.
Ketika menyutradarai Prisoner of Azkaban, Alfonso Cuarón dilaporkan memperoleh kesan yang kuat bahwa Grint "sepertinya akan menjadi bintang masa depan setelah keluar dari trio Hogwarts".
Pada Juli 2004, Grint lulus dari Richard Hale School, dan mengambil pelatihan GCSE di antaranya dalam bidang seni dan bahasa jerman. Ketika sedang tidak bekerja, dia suka untuk belajar mengendarai unicycle, menggambar, dan bermain golf. Seperti Ron Weasley, dia juga mengaku bahwa ia takut terhadap laba-laba.Dengan penghasilannya dari serial Harry Potter, Grint membeli sebuah van es krim, dan menyatakan sambil bercanda bahwa jika kariernya jatuh setelah seri ketujuh berakhir, paling tidak ia masih memiliki van tersebut.
Senin, 22 November 2010
My Great Weekend !
Eh, pas aku baru aja mau pulang ke rumah, si Nadh sms minta kumpul. Zzz, udah mulai malam, lagian aku gak mau jadi anak durhaka ninggal Umiku sendirian di rumah. Aku gak ada niat kumpul malem minggu kemarin soalnya sebelumnya Depi juga bilang dia lagi nonton ama pacarnya, Udin. Jadi, menurutku pasti agak susah kalo dia minta ijin lagi buat keluar malem minggunya.
Akhirnya kita sepakat buat kumpul hari Minggunya. Nadh tapi gak bisa ikutan (lagi-lagi). Calon ibu dokter ini punya rencana lain, nonton Harpot. Maklum lah ya, di Malang pasti lama deh premiere-nya :P
Aku, Uul dan Depi janjian ketemuan di Ramayana. Ya ya, Gresik gak punya Mall saudara-saudara. Yang ada cuman Ramayana. -____-
Kita fotobox di Ramayana. Sumpah heboh abis.

Puas fotobox (dengan pose-poseku yang cantik semua tentunya), kami bertiga meluncur ke depan Perumahan Petro, beli es nona. Lumayaaan enaaak. Kita cukup lama 'terperangkap' di tempat itu soalnya di luar lagi hujan.
Ada yang menarik. Di deket kita ada rombong jualan batagor & siomay gitu, ada tulisan MANG UDIN. Ngakak deh kita. Aku iseng moto-moto Uul & Depi dan dapat pose Depi lagi 'ngowoh' gitu. Akhirnya aku edit seperti di bawah ini :
Hehehe, iseng abis.Sebenernya yang kita omongin banyak banget dan mungkin masih pengen cerita lebih banyak lagi. Tapi apadaya, terhalang oleh waktu yang sempit. :(
Terimakasih sudah meluangkan waktunya sahabat-sahabatku. Aku kangen kalian semua, kangen masa-masa SMA kita pas kelas 12. Persahabatan yang cukup unik, soalnya nomor absen kita urut siih! Haha. Nadh (22), Uul (23), Depi (24) dan aku (25). Berkat nomor absen yang urut ini, entah beruntung apa apes, kita berempat duduk di deretan terdepan waktu Ujian Nasional (UN). Haha, tapi tetep kompak :)
Semoga persahabatan ini kekal abadi sampai nenek-nenek. Amiin.
Wassalam.
:*
Jumat, 19 November 2010
Siapa Bilang Kami Lemah?
"Wanita itu bikin susah, lemah, apa-apa nangis, bikin males aja"
Tunggu. Siapa yang bilang kami seperti itu? Apa ada yang salah dengan sebuah tangisan? Tangisan bukan berarti kami itu kaum yang lemah. Itu adalah salah satu bentuk pelampiasan kami, agar hati kami kembali tenang. Sama seperti kalian, yang melampiaskan kekesalan kalian atau kekecewaan kalian dengan sebatang rokok atau lebih, dengan secangkir kopi, dan masih banyak lagi. Jadi, jangan menilai kami lemah hanya karna sebuah tangisan, karna sesungguhnya kami kuat.
Saat kalian melakukan kesalahan, entah itu disengaja ataupun tidak kalian sengaja, mulai dari kesalahan kecil sampai kesalahan besar seperti berselingkuh, kami dengan besar hati mengatakan : iya, aku maafin. tapi, aku mohon lain kali jangan seperti ini lagi ya? jaga perasaanku. aku sayang kamu. Kami tersenyum kepada kalian, meyakinkan kalian bahwa kami baik-baik saja, tapi sebenarnya di dalam hati ini sudah meraung-raung tidak karuan. Bahkan sepertinya senyuman yang kami berikan juga sekaligus meyakinkan diri kami sendiri bahwa semuanya baik-baik saja.
Kesempatan kedua kami berikan secara cuma-cuma kepada kalian. Padahal, kalau boleh jujur seperti di atas, hati kami sedih dan perih saat kepercayaan yang kami berikan kepada kalian, orang yang kami sayangi, justru malah menyia-nyiakannya. Namun, mungkin itulah yang dinamakan dengan kekuatan cinta, yang mampu menyulap tajamnya pisau menjadi selembut kapas.
Tapi apa? Seperti sebuah film yang diputar berulang kali di bioskop Trans TV, lagi-lagi, kesempatan kedua yang kami berikan secara cuma-cuma kepada kalian, kalian sia-siakan. Dan dengan mudahnya kalian hanya mengucapkan : maaf. Tidak tahukah kalian bahwa hati kami sudah teriris lebih dalam lagi dari sebelumnya? Tanpa sepengetahuan kalian, kami menangis malam itu. Semua tugas sekolah/kuliah kami pun terbengkalai, makanan yang disiapkan orangtua kami pun tidak kami sentuh. Begitu besarnya pengaruh kalian terhadap hidup kami, tapi yang ada kalian malah menghancurkan hidup kami.
Kami memang menangis, tapi, kami masih kuat! Tangisan hanyalah bentuk pelampiasan kekecewaan kami pada kalian. Dan ketiga kalinya, kami berikan kesempatan untuk kalian. Untuk kalian berubah. Kami usap airmata yang menetes di pipi, meyakinkan diri kami sekali lagi, bahwa semuanya akan berjalan baik-baik saja. Kami menghela nafas sejenak, menata hati yang sudah menunjukkan retak-retak di sekujur bagiannya dan tersenyum (lagi) kepada kalian. Mulai membicarakan hal-hal lain yang sejujurnya hanya ingin mengalihkan perhatian kami dari kesalahan-kesalahan yang kalian lakukan.
Tapi seharusnya dari awal kami menyadari, bahwa kalian tak akan pernah mengerti tulusnya kasih sayang dan cinta yang kami beri, karna lagi-lagi, kalian menyalah-gunakan kepercayaan kami. Ini bukan lagi sekedar film lama yang diputar berulang-ulang di Trans TV, tapi sudah seperti kaset rusak yang menampilkan sebuah adegan itu-itu saja, dan parahnya kaset itu tak bisa kami keluarkan dari dvd.
Kami menangis untuk kesekian kalinya. Kami kira kami akan hancur, tapi ternyata tidak, kami masih bertahan. Kami merenungkan segala sesuatu yang telah terjadi, mulai dari awal pertemuan kami dengan kalian, masa-masa indah kami dengan kalian sampai masa-masa suram kami dengan kalian. Kami mulai menimbang-nimbang, mengukur, segala kebaikan dan keburukan kalian. Sampai akhirnya kami menemukan suatu fakta, bahwa timbangan keburukan kalian lebih berat daripada kebaikan kalian.
Kami memang mencintai kalian, tapi kami tidak akan membiarkan cinta membutakan mata kami dari keburukan-keburukan kalian. Kami bangkit, mencoba membuka lembaran baru, menanti sosok lelaki yang lebih baik dari kalian, yakin bahwa Tuhan tak pernah tidur dan akan mendatangkan jodoh yang baik untuk kami.
Jadi, siapa bilang kami lemah? Salah jika kalian meremehkan kami hanya karna kami suka menangis. Tak sadarkah kalian, kami menangis karna siapa? Karna kelakuan kalian. Kalian boleh kuat secara fisik, tapi kami kuat melalui hati. Siapa yang bertahan bersama kalian, meskipun berulang kali kalian sakiti? Kami! Betapa kuatnya hati kami bukan?
Tapi maaf, kami punya batas kesabaran. Jika suatu saat ada salah satu dari kami pergi dari kehidupan kalian, dia bukannya lemah, tapi dia cukup kuat untuk meninggalkan kenangan-kenangan indah kalian berdua dan lebih memilih untuk menanti datangnya sosok lelaki yang lebih baik dari kalian.
Apa kalian melupakan sosok penting dalam kehidupan kalian yang termasuk dalam kaum kami? Lupakah kalian, kalian mempunyai seseorang bernama Ibu, Bunda, Umi, Mama, atau sebutan lainnya yang kalian gunakan untuk memanggilnya? Bukankah beliau sosok yang kuat? Dengan sabar menghadapi berbagai kenakalan kalian, dengan cemas menasehati kalian yang seringkali kalian menganggapnya cerewet?Tapi, bukankah beliau kuat? Di balik pekerjaannya yang berat tiap harinya, beliau masih sempat mengurus kalian, tak pernah mengeluh sedikit pun. Jika beliau sedang jalan-jalan di sebuah pertokoan dan melihat roti kesukaan kalian, anak lelaki mereka, bukankah beliau akan dengan senang hati membelikan dan memberikannya pada kalian begitu tiba di rumah?
Jadi, sekali lagi, siapa bilang kami kaum yang lemah?
Kamis, 18 November 2010
Bye Hewan Kecil !
Cukup lama aku terdiam di depan kamar kosku, mengamati hewan kecil itu. Aku lihat dari ujung kepala sampai ujung kaki (kayak manusia aja), aku kemudian mengambil satu kesimpulan, bahwa hewan kecil yang tiba-tiba memberiku "surprise" siang-siang ini adalah anak kelelawar. Ada yang udah pernah lihat anak kelelawar? Well, mirip-mirip tikus gitu sih kulitnya. Tapi bedanya, ini 'tikus' gak bisa lari kesana-kemari dengan gesitnya, cuman tergeletak tak berdaya di lantai depan kamar kosku.
Aku bimbang, antara mencoba mengusirnya atau lapor ke orang kos. Tapi takutnya entar malah diketawain, segendut ini takut ama hewan kecil kayak gitu? Malu dong! --' Gimana ya, aku takut aja gitu. Gimana kalo ternyata dia bisa terbang terus mendarat di mukaku, mencakar-cakar wajah manisku (ehem)? Gak rela dong! Aku yakin kalian pasti juga gak rela kemanisan wajahku hilang begitu saja. Gak elit pula 'kan? Misal :
Temen : Eh, kok muka kamu lecet-lecet gitu? Abis ngapain?
Aku : Oh, kemarin abis dicakar ama anak kelelawar.
Temen : Oh .. Eh, anak kelelawar kayak gimana sih?
Aku : ....
Mungkin seperti itu nanti jika benar-benar kemanisan wajahku hilang dan tragedi 'cakar anak kelelawar' benar-benar terjadi.
Anyway, akhirnya aku memberanikan diri menyodok-nyodok itu hewan kecil pake sapu. Baru aku sodok bentar, udah bunyi "ciiit ciiit". Bumi gonjang-ganjing, aku kaget ! Aku terdiam seketika. Itu hewan kecil ikut-ikutan terdiam. Mmh, berarti hewan kecil ini gak bisa terbang.
Tapi, aku udah terlanjur basah, eh, terlanjur takut, jadinya aku dengan mengumpulkan segenap keberanianku yang masih tersisa, melangkah pelan-pelan melewati hewan kecil itu dan 'tadaaaaaa' aku udah berada di kamar kos. Aku intip dari pintu kamarku, itu hewan kecil masih nangkring di depan pintu kamar.
Ya Allah gusti, apa yang ada di pikiran hewan itu? Sekarang aku tahu kalau yang suka aneh-aneh bukan cuma anak kecil (manusia) tapi juga anak kelelawar. Tidakkah dia tahu kalau dia tetep nangkring di situ, resiko kecelakaan kerja akan semakin besar? Misal aku tidak tahu dia masih di situ, gimana kalo aku nginjek dia sampai mati? Kasian kan? Mmh, anak kelelawar itu benar-benar belum belajar arti sebuah kehidupan (lebay).
Untuk mencegah itu semua terjadi, aku menelpon 911. Eh, enggak ding. Aku sms mbak kosku yang ada di bawah. Aku ceritain ada hewan kecil kesasar di depan pintu kosku dan gak tahu arah pulang ke rumahnya. Mbak kosku pun membalas : oke dek, nanti aku sapu deh itu hewan.
Dan gak sampe memakan waktu lama, mbak kosku sudah membereskan hewan kecil itu. Hewan kecil itu ditelponin taksi, ditanya alamat rumahnya dimana, diantar deh ama pak supir taksi.
--'
Enggak ding, hewan kecil itu nasibnya berakhir di sebuah tempat sampah. Mungkin sekarang dia sudah telpon 911 ala kelelawar biar ditolong.
Aku sangat berterimakasih sekali kepada mbak kosku karna berkat jasa-jasanya siang ini, saya dapat tidur siang tanpa kepikiran seonggok hewan kecil yang nyasar di depan kamar.
Oya, masih penasaran ya gimana rupa anak kelelawar? Sayangnya, tadi aku gak sempet fotoin dia. Aku menjaga privasinya, aku gak mau emaknya besok pagi marah-marah ke dia gara-gara fotonya jadi headline koran Kelelawarpos. Tadi nyoba browsing gambar anak kelelawar, yang ada malah jadi pengen muntah. Tapi, kalo anak kelelawarnya kayak gini lucu kali ya?
Anyway, inilah secuil kisahku bersama anak kelelawar. Ikuti kisahku selanjutnya saat berpetualang bersama Nyambik ya?
Wassalam.
:*
Sabtu, 06 November 2010
Let's Moving On
Merelakan hubunganmu dengan pasanganmu yang sudah lama terjalin sangatlah sulit. Ini wajar, mengingat telah banyak kenangan-kenangan indah yang telah kalian lalui bersama.
Bagaimana romantisnya dia tiba-tiba muncul di depan rumahmu, hanya dengan mengirimkan sebuah pesan singkat : keluar ya. aku di depan. Padahal kamu baru bangun dari tidurmu, rambutmu berantakan dan awut-awutan, apalagi wajahmu yang masih kusam.
Bagaimana romantisnya kalian, berboncengan bersama, diguyur hujan, lalu karena keadaan yang tak memungkinkan, kalian berteduh sebentar. Melihat dirimu menggigil kedinginan, dia meminjamkan jaketnya, menyampirkannya ke pundakmu, memelukmu erat hingga rasa dingin yang menyergapmu hilang.
Bagaimana romantisnya dia, tiba-tiba muncul di hari jadi ke-100 kalian, masuk ke dalam kelasmu, membawa seikat bunga mawar merah, hanya untukmu seorang, membuat teman-teman sekelasmu kagum dan sekaligus merasa iri padamu, berharap mereka ada di posisimu saat itu.
Dan berbagai momen-momen romantis lainnya yang aku yakin akan sulit bagi kalian untuk melupakannya.
Tapi apakah semua momen-momen indah itu masih berharga, ketika kalian tahu berbagai kebohongan yang telah disembunyikannya darimu?
Bagaimana perasaanmu saat tahu bukan hanya kamu yang dia sms : Goodnight, my princess. Sweet Dreams. setiap malam sebelum kamu tidur?
Bagaimana perasaanmu saat tahu bukan hanya tanganmu yang dia genggam dan dia cium dengan sepenuh hati?
Bagaimana perasaanmu saat tahu dia sedang berbohong padamu bahwa HP-nya mati dan kamu tidak bisa menghubunginya, padahal dia sedang menghabiskan waktu bersama wanita lain?
Dan berbagai kenyataan-kenyataan pahit yang terbongkar satu demi satu. Masih berhargakah momen-momen indah yang kalian miliki bersama?
Awalnya, kamu dengan lapang dada memaafkan segala kebohongannya dan memberikan dia kepercayaanmu lagi. Kamu begitu yakin dia bisa berubah. Tapi, apa yang terjadi kemudian? Dia terus-menerus membuat kesalahan yang sama, mengkhianati kepercayaan yang telah kamu berikan, membuatmu harus merasakan sakitnya cinta berulang kali, dan hingga akhirnya kamu kebal dengan yang namanya sakit hati. Kamu kebal akan segala kelakuannya, memilih bertahan dengan memegang teguh momen-momen indah kalian.
Tapi tunggu dulu, apakah itu yang dinamakan cinta? Memang benar kamu mencintainya tulus, tapi yang dipertanyakan sekarang adalah, apakah dia juga tulus mencintaimu? Sedikit mengingat kembali ke belakang, di saat kamu mau menjadi pacarnya, bukankah kamu ingin merasakan senangnya pacaran? Senang karna adayang menjagamu? Senang karna nantinya akan ada yang menggenggam tanganmu, memelukmu di saat kamu ketakutan? Sekarang apa yang kamu dapat? Masih tetapkah kamu merasa senang setelah semua pengkhianatannya padamu?
Jangan biarkan momen-momen indah itu membuatmu bertahan dengan orang yang sama sekali tidak menghargaimu. Jangan pernah berpikir bahwa kamu tidak akan pernah merasakan momen-momen indah itu lagi. Bukannya saat kamu menemukan orang yang lebih baik dari dia adalah hal yang lebih indah? Kamu tak akan pernah merasa sakit hati lagi. Kamu akan mengalami momen-momen yang pasti seribu kali lebih indah dengan pasanganmu yang baru daripada mantanmu, orang yang selalu membuatmu sakit hati?
Buat yang lagi ada di posisi ini, please moving on. Masih banyak orang baik di luar sana. Jangan merusak dirimu dengan tangismu, padahal ada orang baik di luar sana yang ingin melihat keindahanmu. :)
*sekedar info, momen2 pahit dan manis yang aku sebutin di atas itu ngarang kok. maaf kalo ada yang mirip dengan pengalaman kalian. :)
Jumat, 05 November 2010
Indahnya Persahabatan
Diawali dengan perkenalan, tanpa kita sadari kita semakin dekat dengan teman baru kita, semakin berani membeberkan segala rahasia yang kamu punya, karna kamu merasa: "dia orang yang tepat. aku percaya dia bisa menjaga rahasiaku." Dari rahasia-rahasia kecil, sampai akhirnya rahasia-rahasia besar yang semakin berbahaya jika orang lain mengetahuinya.
Persahabatan itu adalah menjadi satu, satu kesatuan. Yang tak akan pernah pecah, seberat apapun cobaan persahabatan, sekeras apapun orang-orang di luar sana yang iri dengan persahabatan kalian, dan berusaha menghancurkannya.
Sahabat itu ibarat pegangan tangan di bis-bis kota. Di saat kamu tak mendapatkan tempat duduk dan harus berdiri di sepanjang perjalanan. Perjalanan yang seringkali tak mulus, melewati berbagai hambatan, goncangan yang hampir saja membuatmu jatuh. Tapi, kamu berpegangan. Kamu berpegangan dengan sahabatmu. Sehingga sekuat apapun orang lain membuatmu jatuh, kamu tak akan pernah jatuh karna kalian saling berpegangan dan menjaga satu sama lain. Tidakkah kalian menyadari itu?
Kamu kira sahabatmu sudah kembali normal dan tak bersedih lagi, tapi kamu salah, setiap malam dia masih saja menangisi masalahnya. Dan akhirnya kamu tidak tahan. Kamu berpura-pura marah kepadanya, semata-mata karna kamu tak ingin melihat orang yang kamu sayangi, orang yang lebih berhak atas kebahagiaan, bersedih dan menyia-nyiakan hidupnya. Hidupnya yang sebenarnya jauh lebih indah jika diisi dengan senyuman dan tawa.
Bicara tentang senyuman dan tawa, pasti kalian ingat bagaimana bahagianya kalian menghabiskan waktu bersama sahabat-sahabat kalian? Membunuh waktu yang membosankan? Melakukan hal-hal konyol yang membuat kalian tertawa bersama dan tak bisa berhenti sampai akhirnya menangis gara-gara kalian tertawa terus?

Dan saat rencana konyol kalian berhasil, kalian merayakannya bersama? Betapa indahnya, ya?
Bagilah mimpi-mimpi kalian dengan sahabat-sahabat kalian. Untuk mencapai mimpi-mimpi itu membutuhkan motivasi, usaha dan doa yang besar. Saat motivasi kalian turun, selain keluarga, siapa lagi yang bisa menyemangati kalian kembali? Sahabat. Dia akan membantumu mewujudkan mimpi-mimpimu. Berlari bergandengan bersama menyambut masa depan kalian yang penuh dengan mimpi-mimpi kalian yang terwujud. Membayangkan itu semua, pasti indah..
Dan sampai akhirnya kalian harus menempuh jenjang kehidupan yang lebih tinggi. Menikah. Aku pribadi, ingin di saat aku menikah kelak, aku bisa membagi kebahagiaanku bersama sahabat-sahabatku. Dia hadir di pernikahanku, mengecup pipi kanan dan kiriku, memberikan selamat, tersenyum bahagia melihatku gembira bersama suamiku kelak, berfoto bersama dan akhirnya foto itu akan aku pajang di dinding rumah dan akan memamerkannya pada anak-anakku kelak. "Yang cantik itu sahabat Bunda, sahabat Bunda dari Bunda masih kecil sampai sekarang"
:)
Aku benar-benar berharap, persahabatanku saat ini, persahabatan kita semua saat ini, akan tetap bertahan selamanya, bahkan sampai kita sudah jadi nenek-nenek. Setia itu bukan hanya pasangan kita, tapi sahabat kita juga harus setia. Iya 'kan? Betapa indahnya memiliki sahabat. Bersyukurlah kita memiliki mereka.
Notes ini buat sahabat-sahabatku. Aku ingin mereka tahu, di balik kekakuanku, di balik sikap diamku, aku sayang mereka.
Kamis, 04 November 2010
Kamis Sore di Toko Delia
(Gak banget --')
Aku baru aja nyampe' kos nih. Dari tadi sore sampe malem ini tadi, nemenin sahabatku, Gori, nyervis BB-nya yang lagi rewel ke Delta (Plaza Surabaya). Anyway, Gori ini dipanggil Gori bukan berarti dia kayak Gorila loh ya. Kamu itu yang kayak gorila (timpuk sandal). Hehe, bukan. Gori itu dari namanya: Gloria Kristy Rhani. Berhubung manggil Glori belibet gak jelas gitu, jadi "L"-nya diilangin jadi Gori deh. Ini anak manis banget deh. Unyuuu :3
Okelah, akhirnya kita muter-muter geje di Delta dan sempat menghabiskan waktu bersama (sumpah so sweet banget kalo ama pacar, tapi ini ama si Gori. zzz) di HokBen. Ngomong-ngomong HokBen, gak tau kenapa, tiap aku & Gori keluar buat jalan-jalan, pasti makannya di HokBen. Sumpah, kayak ada daya tarik tersendiri dari HokBen yang menarikku dan Gori untuk makan di dalamnya. Mau tahu apa? Haha, tentu saja Paket Hematnya yang cuman 11ribu itu. (penulisnya ini orang kere. maaf ya)

Udahlah, lupakan masalah HokBen. Intinya, aku dan Gori muter-muter gak jelas di Delta dan Kokonya belum telpon-telpon apa BB-nya Gori udah kelar apa belum. Akhirnya, jam setengah 6an, aku dan Gori balik ke toko Delia (aku masih penasaran, bener gak sih nama tokonya ini, *sigh), dan surprisee, hampir sejam muter-muter geje, BB-nya ternyata belum diapa-apain karna belum bisa connect ke laptop.
Oke, aku dan Gori masih sabar dan akhirnya memilih KFC sebagai pelampiasan bokong kita yang capek gara-gara jalan-jalan gak jelas. Aku yakin, orang-orang di toko-toko yang kita lewatin pasti sampe hafal. Mirisnya, aku dan Gori gak bawa belanjaan apa-apa. zzz. Orang kere ternyata. *sigh
Jam 7 kurang, balik lagi deh ke toko Delia dan masih belum ada hasil. Nihil. Nol besar. Nol kecil. (Eh, itu TK ya?). Pokoknya BB-nya Gori masih tergeletak tak berdaya di depan Cecenya. Mana laptop Kokonya juga bermasalah pula! Zzz. Akhirnya aku dan Gori diajak ke toko Delia yang satunya dan menunggu cukup lama di situ. Sampai akhirnya, laptop Kokonya sudah bisa dan giliran BB-nya Gori yang bawel. Kemudian, Gori harus dihadapkan kenyataan pahit kalo BB-nya gak bisa ditata ulang yang otomatis jalan satu-satunya adalah diformat. Zzz, udah kontak BB & BBM ilang, aplikasi-aplikasi lainnya pun ilang. Karna diburu tugas yang belum dikerjain dan datanya ada di BB, Gori pun pasrah. Dan, taraaaa, BB Gori serasa BB baru boook. Fresh from the oven. Hehe, yang tabah ya sooob :*
Jadi, demikianlah cerita saya untuk hari ini bersama Gori.
Indahnya kamis sore ini..
Indahnya delta..
Indahnya baju-baju, sepatu-sepatu, celana-celana, tas-tas yang ada di toko-toko itu..
Indahnya mimpiku untuk bisa membeli itu semua..
Zzzz...
Goodnight people!
Semoga mimpi indah dan mimpi indah itu artinya memimpikan aku.
See ya!
Wassalam :*


















