Kamis, 03 Maret 2011

Terlambat Memilikimu

Aku mengagumi sebuah gaun putih yang terpasang cantik di sebuah manekin di salah satu butik yang kulewati.
Gaun putih itu begitu cantik, begitu menggodaku. Aku menginginkannya.
Namun aku tak mempunyai uang untuk membeli gaun putih itu.
Harganya terlalu mahal. Mungkin aku harus menabung terlebih dahulu dan kembali beberapa hari lagi.
Saat ku kembali, aku tak mendapati gaun itu, tergantikan mini dress berwarna merah.
Kulihat seorang wanita keluar dari butik itu, membawa sebuah tas kertas berisikan sesuatu yang berwarna putih.
Saat dia melewatiku, aku dapat melihat bahwa itu adalah gaun putih yang selama ini kuinginkan setengah mati.
Aku kecewa. Bukan karena aku tak bisa memiliki gaun itu, namun karena aku terlambat sepersekian detik untuk memilikinya.


Aku mengagumi seorang laki-laki berparas tampan yang selalu duduk di depanku saat kami menaiki bis yang sama.
Lelaki itu begitu tampan, begitu mempesona. Aku menginginkannya.
Namun aku tak mempunyai nyali untuk hanya sekedar menyapanya, atau duduk di sampingnya.
Aku akan mengumpulkan keberanianku terlebih dahulu, hanya sebentar.
Saat kami bertemu kembali, kulihat tempat duduk di sampingnya tidak lagi kosong.
Seorang wanita cantik duduk di sampingnya.
Tak hanya duduk, dia bersandar di bahumu.
Apakah dia .. ?
Aku kecewa. Bukan karena tak memilikimu, namun karena aku terlambat sepersekian detik untuk mengenalmu.

Bukan inginku untuk terlambat membeli gaun itu.
Bukan inginku untuk terlambat berkenalan denganmu.
Bisakah aku kembali ke masa lalu untuk memperbaiki kesalahanku?
Aku mohon...

0 komentar:

Poskan Komentar