Minggu, 19 Juni 2011

He's Just NOT That Into You | Movie Review

He's Just Not That Into You, sebuah film yang baru saja kutonton sore ini di HBO. Menurutku film ini sangat menarik, karena mengisahkan bagaimana sebenarnya yang ada di benak para lelaki saat mereka mengatakan kalimat 'A' yang ternyata sering disalahartikan oleh para wanita.

Misalkan saja, saat seorang pria berkata padamu di akhir kencan kalian bahwa 'senang bertemu denganmu, kencan ini sangat menyenangkan' itu berarti sebenarnya dia tidak akan pernah mengajakmu untuk kencan yang kedua. Miris, tapi tak jarang wanita (dalam tokoh ini bernama Gigi) menganggap kalimat itu adalah awal mula hubungan romantis dan bahagia yang dia harapkan. Dia menunggu, menunggu dan menunggu si pria untuk meneleponnya kembali tapi yang terjadi adalah si pria tidak pernah menelepon Gigi lagi karena memang tidak ada ketertarikan pada Gigi dari awal. Kasihan ya?

Maka dari itu, aku menyebut film ini menarik, karena kita bisa mengerti bagaimana dan apa sebenarnya yang dipikirkan oleh para lelaki.

Film ini tak hanya bercerita tentang Gigi yang berusaha menemukan cinta sejatinya dengan menaruh harapan yang tinggi pada tiap lelaki yang dijumpainya, ada kisah lain tentang Janine yang rumah tangganya di ambang kehancuran dengan Ben, kemudian tentang Ben yang akhirnya selingkuh dengan Anna. Teman Anna, Mary, yang mencari jodohnya lewat dunia maya pun akhirnya malah jatuh cinta dengan Connor, teman Anna yang pernah menyukai Anna. Connor sendiri pun ternyata merupakan salah satu lelaki yang pernah menolak Gigi. Connor mempunyai teman bernama Alex yang ternyata pada akhirnya malah jatuh cinta dengan Gigi (setelah sempat membuat Gigi salah paham dengan hubungannya dengan Alex). Dan terakhir, kisah teman Gigi, Beth, yang dibuat risau karena pacarnya selama tujuh tahun, Neil, tak kunjung mengajaknya menikah.

Dari cerita singkat tokoh-tokoh yang aku jabarkan di atas, kita bisa melihat bahwa ada hubungan antar tokoh yang ada. Mereka masih ada di satu kota dan tanpa disadari sebenarnya mereka saling berkaitan. Film ini sedikit mengingatkanku pada film Love Actually, karena kesamaan tema yang diangkat, yakni kejujuran.

Aku paling menyukai kisah Gigi dan Alex. Gigi, sering berkencan dengan banyak lelaki, yang kemudian pada akhirnya malah mematahkan hati Gigi dengan harapan-harapan palsu mereka. Di sini, Alex membantu Gigi untuk menterjemahkan kata-kata dari lelaki yang mendekati Gigi, seperti "beberapa hari ke depan aku tidak bisa menghubungimu, aku ada di luar kota yang sinyalnya sangat sulit ditemukan" itu artinya memang pria itu tidak tertarik pada Gigi. Namun, pada akhirnya Gigi lagi-lagi menyalah artikan perhatian Alex padanya. Padahal Alex tidak ada perasaan apa-apa pada Gigi. Sampai suatu malam, Gigi mengetahui hal tersebut dan mereka sempat bertengkar betapa bodohnya Gigi sampai-sampai mengulangi hal yang sama, tidak bisa menterjemahkan kata-kata Alex. Alex berkata "Jika seorang pria tertarik padamu, dia akan mengajakmu kencan. Apa aku pernah mengajakmu kencan?" Jahat ya? Tapi saat itulah Gigi tersadar dan membalas perkataan Alex, aku lupa detailnya seperti apa, tapi intinya bahwa Gigi kasian dengan Alex yang tidak bisa serius dengan wanita dan selalu bermain-main dengan wanita. Gigi menyadari bahwa dia salah tapi setidaknya dia selangkah lebih dekat dengan 'the right one' tidak seperti Alex yang masih bermain-main. "Aku kasihan padamu, Alex. Kau sendirian".

Mungkin untuk pertama kalinya Alex dilecehkan oleh wanita seperti Gigi namun justru hal itu yang membuatnya jatuh cinta dengan Gigi. Mmh, bisa ditebak bukan akhirnya?

Ya, aku suka kisah Gigi karena kurang lebih apa yang aku rasakan sama dengan apa yang dirasakan dengan Gigi. Mencari-cari lelaki yang tepat, menaruh harapan pada lelaki. Aku pernah merasakannya. Dan itu menyentuhku. (lebay? oke aku tahu)

Ending kisah Gigi dan Alex menyadarkanku, bahwa memang ada lelaki yang baik untukku di luar sana. Masalah kapan dan dimana aku bertemu dengannya, itu masih misteri. Intinya, aku yakin kita memiliki happy ending. Mungkin memang benar kita pernah bertemu dengan lelaki tidak baik, tapi pada akhirnya, kita akan bertemu dengan lelaki yang tepat. Yah, kita tinggal menunggu saja :)

Intinya, film ini bagus. Aku beri nilai 9 dari skala 1-10. Berminat menonton? Segera cari di penyewaan vcd/dvd terdekat. ^^

0 komentar:

Poskan Komentar