Sabtu, 02 Juli 2011

Jodoh dari Tuhan

Ku duduk manis di sebelah jendela kamar.
Kusibakkan sedikit tirai jendela, mengintip ke arah teras rumah. Ya, kebetulan kamarku berada di bagian depan, sehingga aku bisa leluasa mengintip siapa saja yang tengah bertamu ke rumah.

Lelaki-lelaki itu, datang silih berganti.
Mereka singgah, namun tak lama menghilang tak berjejak.
Mengapa mereka mengetuk pintu bila mereka berniat pergi?
Mengapa mereka memberi harapan bila mereka berniat mengecewakan?

Tak ada lagi senyum sumringah saat menyambut lelaki yang datang berkunjung.
Ada sedikit takut saat kubuka pintu itu untuk lelaki yang datang.
Tapi, bila tak kubuka pintu itu, aku tak akan pernah tahu seperti apakah dia, apakah hati kami memang ditakdirkan untuk saling melengkapi? Layaknya sebuah gembok dan kuncinya?

Lelaki-lelaki itu masih silih berganti berdatangan.
Dan aku masih duduk di sebelah jendela kamar ini.
Menanti, menanti lelaki yang tepat.
Kata Tuhan, lelaki itu jodohku.
source : weheartit.com / tumblr

0 komentar:

Poskan Komentar