Sabtu, 06 November 2010

Let's Moving On

Merelakan hubunganmu dengan pasanganmu yang sudah lama terjalin sangatlah sulit. Ini wajar, mengingat telah banyak kenangan-kenangan indah yang telah kalian lalui bersama.

Bagaimana romantisnya dia tiba-tiba muncul di depan rumahmu, hanya dengan mengirimkan sebuah pesan singkat : keluar ya. aku di depan. Padahal kamu baru bangun dari tidurmu, rambutmu berantakan dan awut-awutan, apalagi wajahmu yang masih kusam.

Bagaimana romantisnya kalian, berboncengan bersama, diguyur hujan, lalu karena keadaan yang tak memungkinkan, kalian berteduh sebentar. Melihat dirimu menggigil kedinginan, dia meminjamkan jaketnya, menyampirkannya ke pundakmu, memelukmu erat hingga rasa dingin yang menyergapmu hilang.

Bagaimana romantisnya dia, tiba-tiba muncul di hari jadi ke-100 kalian, masuk ke dalam kelasmu, membawa seikat bunga mawar merah, hanya untukmu seorang, membuat teman-teman sekelasmu kagum dan sekaligus merasa iri padamu, berharap mereka ada di posisimu saat itu.


Dan berbagai momen-momen romantis lainnya yang aku yakin akan sulit bagi kalian untuk melupakannya.


Tapi apakah semua momen-momen indah itu masih berharga, ketika kalian tahu berbagai kebohongan yang telah disembunyikannya darimu?

Bagaimana perasaanmu saat tahu bukan hanya kamu yang dia sms : Goodnight, my princess. Sweet Dreams. setiap malam sebelum kamu tidur?

Bagaimana perasaanmu saat tahu bukan hanya tanganmu yang dia genggam dan dia cium dengan sepenuh hati?

Bagaimana perasaanmu saat tahu dia sedang berbohong padamu bahwa HP-nya mati dan kamu tidak bisa menghubunginya, padahal dia sedang menghabiskan waktu bersama wanita lain?


Dan berbagai kenyataan-kenyataan pahit yang terbongkar satu demi satu. Masih berhargakah momen-momen indah yang kalian miliki bersama?

Awalnya, kamu dengan lapang dada memaafkan segala kebohongannya dan memberikan dia kepercayaanmu lagi. Kamu begitu yakin dia bisa berubah. Tapi, apa yang terjadi kemudian? Dia terus-menerus membuat kesalahan yang sama, mengkhianati kepercayaan yang telah kamu berikan, membuatmu harus merasakan sakitnya cinta berulang kali, dan hingga akhirnya kamu kebal dengan yang namanya sakit hati. Kamu kebal akan segala kelakuannya, memilih bertahan dengan memegang teguh momen-momen indah kalian.


Tapi tunggu dulu, apakah itu yang dinamakan cinta? Memang benar kamu mencintainya tulus, tapi yang dipertanyakan sekarang adalah, apakah dia juga tulus mencintaimu? Sedikit mengingat kembali ke belakang, di saat kamu mau menjadi pacarnya, bukankah kamu ingin merasakan senangnya pacaran? Senang karna adayang menjagamu? Senang karna nantinya akan ada yang menggenggam tanganmu, memelukmu di saat kamu ketakutan? Sekarang apa yang kamu dapat? Masih tetapkah kamu merasa senang setelah semua pengkhianatannya padamu?


Jangan biarkan momen-momen indah itu membuatmu bertahan dengan orang yang sama sekali tidak menghargaimu. Jangan pernah berpikir bahwa kamu tidak akan pernah merasakan momen-momen indah itu lagi. Bukannya saat kamu menemukan orang yang lebih baik dari dia adalah hal yang lebih indah? Kamu tak akan pernah merasa sakit hati lagi. Kamu akan mengalami momen-momen yang pasti seribu kali lebih indah dengan pasanganmu yang baru daripada mantanmu, orang yang selalu membuatmu sakit hati?


Buat yang lagi ada di posisi ini, please moving on. Masih banyak orang baik di luar sana. Jangan merusak dirimu dengan tangismu, padahal ada orang baik di luar sana yang ingin melihat keindahanmu. :)

*sekedar info, momen2 pahit dan manis yang aku sebutin di atas itu ngarang kok. maaf kalo ada yang mirip dengan pengalaman kalian. :)

0 komentar:

Poskan Komentar