Kamis, 13 Januari 2011

Diam-diam

Diam-diam aku mencuri pandang ke arahmu saat kamu berdiri beberapa meter dariku.
Diam-diam aku mencari tahu siapa namamu ke teman-temanku.
Diam-diam aku mencari tahu dimana kelasmu.
Diam-diam
aku mencari-cari sosokmu saat upacara Senin pagi.
Diam-diam aku mencari tahu bagaimana sifatmu.
Diam-diam aku mencari tahu tempat tanggal lahirmu.
Diam-diam aku mencari tahu apa hobimu.
Diam-diam aku mencari tahu dimana kamu seusai pulang sekolah.
Diam-diam aku menemukan facebook dan twitter mu.
Diam-diam aku mengirim friend request pada facebook dan mem-follow akun twitter-mu.
Diam-diam aku girang saat tahu kamu meng-confirm friend request-ku.
Diam-diam aku bahagia saat kamu dengan senang hati berkenalan denganku.
Diam-diam aku senang saat mengetahui hubungan kita semakin dekat, setidaknya sekarang kamu tahu aku ada di bumi ini!
Diam-diam
aku mulai menyukaimu.
Diam-diam aku mulai mengagumimu.
Diam-diam aku tersenyum kikuk saat kamu mulai menyapaku di sekolah.
Diam-diam aku sedih saat tiba-tiba statusmu di facebook tak lagi single.
Diam-diam aku hancur.
Diam-diam aku mulai kehilanganmu. Kamu jarang membalas pesanku.
Diam-diam aku sadar telah mencintaimu sejak pertama melihatmu.
Dan diam-diam aku memutuskan untuk menutup lembar kisah cintaku tentangmu, melupakanmu.

1 komentar:

Poskan Komentar