Minggu, 15 Januari 2012

Aku Maunya Kamu, Titik! #4

Rencana weekend minggu ini menyita hampir seluruh space data di otakku. Tak lagi kudengarkan pegawaiku memaparkan kondisi perusahaan untuk bulan ini. Slide demi slide yang dia tampilkan seakan tak terbaca oleh retina mataku. Aku hanya ingin rapat ini cepat berakhir, agar aku dapat segera pulang ke rumah, bertemu dengan dia, yang kucintai sepenuh hatiku.
Ya, akhirnya rapat ini berakhir sudah. Segera kutelepon sopirku, agar bersiap di depan lobby kantor. Jam tanganku, yang berhiaskan beberapa gram emas 24 karat, menunjukkan pukul 8 malam ketika mobilku memasuki halaman rumah. Lama-lama aku mengganti mobil ini dengan helikopter pribadi saja. Kemacetan Jakarta sungguh sulit untuk dipecahkan.

Aku berjingkat memasuki kamar, melihatnya. Sudah tertidur pulas. Mungkin kecapekan dengan segala aktivitasnya hari ini. Aku tidak menyalahkannya. Aku yang terlalu sibuk dengan karirku, hingga sedikit melupakannya. Kukecup lembut kening, pipi, dan bibirnya. Lembut. Goodnight, sweetheart. Besok kita akan meluangkan waktu bersama. Hanya berdua.
***
Peralatan untuk berlibur ke puncak untuk hari ini dan esok sudah selesai kusiapkan. Keperluanku, dan keperluannya. Dapat kudengar suaranya dari dalam kamarku. Dia sudah bangun. Kuambil hadiah untuknya, dan berjalan keluar kamar.

"Hei, lihat siapa yang sudah bangun sepagi ini?" ucapku, seraya tersenyum lebar kepadanya. Dia menoleh, kemudian memalingkan mukanya ke arah lain. Marahkah dia?

"Marah, ya? Sini..." aku membuka lebar tanganku, ingin menariknya ke dalam pelukanku. Namun, dia enggan melepas pelukannya dari pengasuhnya, baby sitter yang kupekerjakan semenjak dia lahir.

"Iya.. sini ikut Mama." Pengasuhku membantuku membujuknya.

"AKU MAUNYA KAMU, TITIK!" Dia berteriak keras, dan semakin mempererat pelukannya pada pengasuhnya.

Aku berdiri terpaku, dengan boneka Teddy Bear di tanganku, yang kemarin khusus kubelikan untuk Reyna, buah hatiku. Aku rasa... dia mulai melupakanku. Ibunya.

picture source : weheartit.com

15 komentar:

Mita Karima mengatakan...

Ah iya sediiiiihhhhh :'(((

Rachma I. Lestari mengatakan...

Iyaa.... :(

Melissa mengatakan...

Huaaa sedihh!

bella mengatakan...

ah... :((
pokoknya aku gak mau anakku kayak gini.

priscila stevanni mengatakan...

Wah, kasihan:'(
sekarang ini banyak banget yang kayak gini
nice story, btw :)

Rachma I. Lestari mengatakan...

@ Melissa : sama. aku yang nulis juga sedih :(
@ bella : amiin, aku juga ga mau anakku kayak gini O:)
@ priscila : iya, ak terinspirasi dri bnyknya ibu2 yg pake jasa baby sitter. kadang kok brtnya2 sndiri, ini ibunya ngapain aja sih smpe ga bs ngurus anak? :(
makasii ;) sering2 mampir yaaa

petronelaputri mengatakan...

tipe anak-anak ibukota yah :p

kelamaan jadi anaknya baby sitter, saking sibuk emaknya kerja di kantor :))

hmmm.. nice FF :)

Rachma I. Lestari mengatakan...

Iya :))
Makasii :*

Latree mengatakan...

sempat ngalami yg begini....

Tammy mengatakan...

sedih :'(
mudah2an anak aku nantinya engga begini...

Rachma I. Lestari mengatakan...

@ Latree : ohya? :(
@ Tammy : amiiin.. :"

minky_monster mengatakan...

Miris :[
btw itu single mother ya?

Rachma I. Lestari mengatakan...

Iya single mother ;)

chemistryofray mengatakan...

satu catatan kecil kalau udah jadi ibu nanti,jangan melupakan anaknya :D
nice FF,salam kenal ya ^^

Rachma I. Lestari mengatakan...

Makasii, salam kenal ^^

Poskan Komentar