Kamis, 19 Januari 2012

Hai, Aku-Masa-Depan

Hai, Aku-Masa-Depan.
Ini aku, Aku-Masa-Sekarang.
Bagaimana kehidupanmu? Apakah semuanya berjalan lancar? Terwujudkah impian-impianmu, ehm, aku, ehm, kita? Well, aku berharap semua impian kita tercapai.

Masih ingat kan bagaimana menggebu-gebunya kita mengejar cita-cita kita? Menjadi penulis? Menjadi asisten lab? Anyway, berhasilkah kamu lolos seleksi asisten lab? Aku harap iya, karena jika kamu masih ingat, kita sangat menginginkannya! Hari aku menulis surat ini, adalah satu hari sebelum interview. Aku gugup tak karuan. Karena kita sangat ahli menyembunyikan perasaan kita, orang lain mungkin melihat kita sangat santai menghadapi interview besok. Tapi sebenarnya, rasanya pengen gantung diri ya? Jadi, bagaimana interview besok? Lancar kan? Iya kan? Bismillahirrohmanirrohim. Coba rasakan degup jantungku. Sangat cepat bukan ritmenya? Kalau boleh tahu, seperti apa sih interview besok? Tak inginkah kamu memberi sedikit clue kepadaku? Aaaaah, aku bisa gila. Bismillah, semua berjalan lancar!

Buku. Sudah berapa buku yang kita hasilkan? Cepat, jika belum satu pun semenjak Under The Mistletoe, cepat bilang padaku! Akan aku selesaikan segera proyek diam-diam kita. Tenang, aku akan menyelesaikannya selama liburan ini. Kita buktikan pada dunia, bahwa seorang engineer bisa menjadi seorang writer sekaligus. Yihaaa!

Karir, sudah. Bagaimana dengan hal satu itu? Tau kan maksudku? *senyum simpul malu-malu* Okeeee, bagaimana soal asmara kita? Kau sudah punya kekasih bukan? Tampan, berkharisma, pintar, masa depan cerah, dan setia bukan? Dia mengerti karirmu sebagai penulis kan? Jika tidak, segera putus saja. Masih ingat kan kejadian dengan mantan terdahulu? Oh, yang paling penting sebenarnya sih restu Umi kan? Sudah dapat restu Umi kan? Umi setuju kan? Inget, Umi harus setuju. Kita berdua percaya dengan kekuatan restu orangtua. Kalau Umi tidak setuju, aku harap kalian belum terlalu jauh.

Aku hanya ingin bertanya tentang beberapa hal itu saja. Aku akan berusaha sekuat tenaga agar kau tak perlu bersusah payah di masa depan. Tapi jika keadaan tidak berjalan sesuai kehendak kita, jangan bersedih ya. Ingat, Tuhan selalu tahu mana yang terbaik untuk kita. Tetap berikan 100% effort mu di setiap hal yang kamu lakukan. Sisanya? Pasrahkan pada Tuhan.

Segitu saja surat dariku. Tak sabar ingin segera berada di tempat dan waktu mu saat ini.

Salam,
Aku-Masa-Kini

nb: jika kau lupa, aku menulis surat ini di kedai kopi favorit kita, sejak hari ini.

0 komentar:

Poskan Komentar