Jumat, 13 Januari 2012

Dag Dig Dug! #2


Aku berjanji akan mengutarakan perasaanku padanya,”
Mataku terbuka lebar. “Bener? Yakin?”
Dia mengangguk. “Kamu saksi dari ucapanku ya,”
Lalu kami berdua menautkan kedua kelingking kami dan diakhiri dengan menempelkan kedua ibu jari kami.
                Setahun berlalu sejak perjanjian sederhana itu. Seharusnya aku tahu, bahwa dia tak akan berhasil menepati janjinya. Perasaan itu, yang menurutnya merupakan sebuah ramun penuh serbuk-serbuk cinta, masih setia ngendon di sudut ruang hatinya. Bukan karena tak mau, namun serbuk-serbuk cinta itu tak bisa keluar dari ruang hatinya. Pintu hatinya telah tertutup. Sama seperti kedua matanya yang tak akan pernah terbuka lagi, tak pernah lagi akan membagi kerlingan-kerlingan matanya seiring cecandaan yang dia lontarkan. Dia telah pergi, membawa ikut serta serbuk-serbuk cintanya pada lelaki itu.

**

                Kuelus perlahan batu nisan bertuliskan namanya, tanggal dimana dia dilahirkan di dunia ini dan tanggal dimana dia harus meninggalkan dunia ini. Meninggalkan aku. Meninggalkan lelaki pujaannya.
                “Kamu pernah bilang, janji harus ditepati bukan?” tanyaku padanya, yang bersembunyi di dalam batu nisan ini.
             “Lalu, bagaimana jika aku mengeluarkanmu dari dalam sana, kemudian membawamu pergi ke tempat lelaki pujaanmu, agar kau bisa mengeluarkan semua serbuk-serbuk cinta itu?”
Aku tertawa, makin lama makin lirih, dan kemudian tawaku hilang. Aku masih waras, tak cukup gila untuk melakukan apa yang barusan kukatakan.
“Baiklah. Ijinkan aku mengambil alih tugasmu, ya? Tenang, aku tak akan salah orang,” ucapku, sambil tersenyum memegang selembar foto. Tampak sosok lelaki pujaanmu yang melebur dalam keramaian ruang kelasmu.
“Lelaki ini, ‘kan?”. Kuarahkan potret dirinya ke arahnya. “Baiklah, aku pergi. Aku akan mengabarimu setelah misi ini selesai.”

**

Atma Torino. Atma Torino. Atma Torino. Kuulang terus nama lelaki yang ada di foto ini, sambil terus mengedarkan mataku sekeliling tempat ini. Tak banyak orang di lorong ini. Hanya ada beberapa lelaki dan perempuan yang duduk di meja dekatku berdiri. Dapat kulihat mereka tengah berbicara dengan nada yang berbisik, sambil sesekali melihat ke arahku. Aku tahu hal ini akan terjadi.
Aku menoleh ke pintu ruang kelas di sebelahku yang mendadak terbuka, dan seorang laki-laki paruh baya yang menenteng tas kerjanya berjalan keluar diiringi mahasiswa-mahasiswinya. Dan seketika itu pula aku menangkap sosok lelaki itu. Aku berjalan cepat mengejar langkahnya.
“Atma!” Kuberanikan diri untuk memanggilnya.
Atma berhenti dan berbalik. Tubuhnya terpaku saat melihatku di hadapannya, seakan dia sedang melihat hantu. “Ni..Nina?”
DAG DIG DUG!
Jantungku berdetak tak beraturan saat aku memandang Atma, seperti kehilangan irama hidupku.
DAG DIG DUG!
Makin lama, makin cepat. Slows down. Ada apa dengan diriku?
DAG DIG DUG!
Nina, apakah serbuk-serbuk cintamu sudah berpindah di hatiku? Seperti inikah perasaanmu pada lelaki di hadapanku ini? Ninaaaa..
“Aku...aku Nena,” ucapku pada akhirny dan aku tak mampu berkata-kata lagi.
Sejak saat itu, aku mampu terbiasa dengan irama jantungku saat melihat Atma, lelakimu yang kini telah menjadi lelakiku.
DAG DIG DUG! DAG DIG DUG! DAG DIG DUG!
Nina, akukah yang mencintainya? Ataukah tetap kamu, yang hidup di dalam tubuhku?

9 komentar:

Jasmine mengatakan...

kok merinding yah bacanya? :O

Rachma I. Lestari mengatakan...

Merinding di bagian mana? :D

Admin Sekejap mengatakan...

possesed? wah, memang bikiin merinding!

justDieta mengatakan...

suka, baca'nya...
penasarn deh, kalo diterusin gimana ya terusan cerita'nya

:D

BabyBee mengatakan...

transplantasi...

IndahJuli mengatakan...

cerita misteri tentang anak kembar yang keren :)

Rachma I. Lestari mengatakan...

@ admin sekejap : hehe, bisa possesed, bisa ikatan anak kembar yang emang kuat. hehe :))

@ justdieta : terima kasiiih ^^ mungkin kalo diterusin bakalan menarik, perang antara logikanya Nena ama hatinya. Apa beneran suka Atma, atau enggak :P

@ BabyBee : transplantasi apa ya? :P hehe

@ IndahJuli : terimakasiiih ^^ :*

Putri Kania mengatakan...

Kembar yang ter-possesed kayanya asik. :)

Rachma I. Lestari mengatakan...

@ Putri Kania : IYA! secara tak sengaja, hihi :)

Poskan Komentar